Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Kajian Keunggulan Kotosan sebagai Protecting Agent dalam Ransum Untuk Produktivitas dan Kualitas Telur Itik Tegal


Kitosan bersifat antimikroba, antioksidan, menghambat lemak dan kolesterol serta
substrat enzim yang banyak digunakan oleh Industri Farmasi, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    DSR00135636.597 Sah k DsrPerpustakaan Fakultas PeternakanTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636.597 Sah k Dsr
    Penerbit Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 140 hlm.: ilus.; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.597
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kitosan bersifat antimikroba, antioksidan, menghambat lemak dan kolesterol serta
    substrat enzim yang banyak digunakan oleh Industri Farmasi, mengingat dapat
    memperbaiki microbial kompleks colon manusia. Hal tersebut sudah tentu identik
    berlaku pula pada pemeliharaan ternak dalam dosis relatif rendah. Tujuan dari
    penelitian ini adalah mencari, mengaplikasi sifat utamanya terhadap produktivitas
    dan kualitas telur itik Tegal, agar diperoleh telur yang sehat, bebas Salmonella
    dan rendah kolesterol. Penelitian Tahap 1: menemukan dosis kitosan terbaik
    guna menghambat pertumbuhan Salmonella secara in vitro melalui pengamatan
    diameter zona bening (mm). Tahap II; mengkaji sifat kitosan secara in vivo pada
    aplikasi besaran dosis 0%; 0,5%; 2% dan 2,5%. Percobaan menggunakan
    Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan 5 ulangan. Awal
    penelitian, uji kandungan Salmonella ransum dan feses, di akhir penelitian,
    pemeriksaan kecernaan dan histologisnya pada 20 ekor yang dipotong. Parameter
    menyangkut performa ternak (konsumsi ransum, produksi telur, duck day
    production = DDP, dan konversi ransum), populasi bakteri saluran pencernaan,
    jumlah Salmonella saluran pencernaan, Tes Anti Pullorum Darah, kecernaan
    ransum (bahan kering, organik dan protein kasar). Selain itu jumlah Salmonella
    dan kolesterol telur, diikuti histologi jaringan usus halus (ileum). Perhitungan
    statistik menggunakan program SAS Windows 16 dan data mikroba termasuk
    histologi usus menggunakan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian tahap 1
    ditemukan dosis kitosan 2,5% mampu menghambat Salmonella (In vitro) pada
    diameter zona bening 16,63 mm. Tahap II: Konsumsi ransum, produksi telur,
    DDP dan konversi ransum berimbang, namun demikian perlakuan 0,5% kitosan
    dalam ransum kadar kolesterolnya turun.
    Kata Kunci: kitosan, protecting agent, produktivitas, kualitas telur itik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi