Detail Cantuman

Image of Pengaruh constraint induced movement therapy (cimt) kombinasi dengan peralatan sehari-hari terhadap kekuatan otot, rentang gerak dan tingkat stres pada pasien hemiparesis pasca stroke iskemik di rsud Cibabat kota cimahi

Text  

Pengaruh constraint induced movement therapy (cimt) kombinasi dengan peralatan sehari-hari terhadap kekuatan otot, rentang gerak dan tingkat stres pada pasien hemiparesis pasca stroke iskemik di rsud Cibabat kota cimahi


ABSTRAK
Dampak dari stroke menyebabkan hemiparesis yang mengganggu aktivitas
sehari- hari dan dapat menyebabkan gangguan kekuatan otot, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008446610.735 982 434 Fra pPerpustakaan Pusat (Reference kls. 600)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.735 982 434 Fra p
    Penerbit PASCASARJANA FIK UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii., 109 hlm.: ill.; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    220120160042
    Klasifikasi
    610.735 982 434 Fra p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Dampak dari stroke menyebabkan hemiparesis yang mengganggu aktivitas
    sehari- hari dan dapat menyebabkan gangguan kekuatan otot, rentang gerak dan
    stres. Upaya yang dilakukan untuk merangsang otak untuk membentuk neuron
    baru dengan constraint induced movement therapy (CIMT). Penelitian ini
    bertujuan untuk mengetahui pengaruh CIMT kombinasi dengan peralatan seharihari
    terhadap kekuatan otot, rentang gerak dan tingkat stres pada pasien
    hemiparesis pasca stroke iskemik.
    Desain penelitian ini menggunakan quasi ekspriment dengan rancangan one
    group pretest postest. Responden diambil secara consecutive sampling sebanyak
    17 responden di ruang rawat inap RSUD Cibabat Kota Cimahi. Data dikumpulkan
    dengan lembar instrumen dan kuesioner DASS 42. Analisis data menggunakan uji
    wilcoxcon test dan dependent t-test.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skor kekuatan otot
    sebelum dan sesudah (p = 0,000), skor rentang gerak (p = 0,001) dan skor tingkat
    stres (p = 0,000). Instrumen yang digunakan untuk mengukur perbedaan pada
    penelitian ini baku, valid dan realible adalah manual muscle test, geniometri,
    DASS 42 (α = 0.9483).
    CIMT dikombinasi dengan lima kegiatan peralatan sehari-hari terbukti
    memiliki efek pada peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak, dan penurunan
    tingkat stres pada pasien hemiparesis pasca stroke iskemik. CIMT kombinasi
    peralatan sehari- hari ini dapat diterapkan di intervensi rumah sakit untuk
    meningkatkan kekuatan otot, rentang gerak dan adaptasi stres pada pasien dengan
    hemiparesis pasca stroke iskemik.
    Kata Kunci : Constraint induced movement therapy (CIMT), hemiparesis,
    hemiplegia, ischemic stroke, muscle strength, range of motion
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi