Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Analisis Sifat Fisik dan Organoleptik Daging Bebek yang Direndam pada Ekstrak The Hijau (Camellia sinensis)


Senyawa aktif teh hijau (tanin, flavonoid, epikatekin, katekin), khususnya
EGCG (epigalakatekin-galat) mampu menurunkan pH daging sehingga ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    SKR000395Skr.5708Perpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    Skr.5708
    Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 84 hlm.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    641.36
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Senyawa aktif teh hijau (tanin, flavonoid, epikatekin, katekin), khususnya
    EGCG (epigalakatekin-galat) mampu menurunkan pH daging sehingga dapat
    mempengaruhi sifat fisik, namun penggunaan yang berlebihan akan berpengaruh
    terhadap sifat organoleptik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh
    perendaman ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) terhadap mutu fisik (daya ikat
    air, susut masak dan keempukan) dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan
    total penerimaan), mengetahui pada tingkat berapa persen penggunaan ekstrak teh
    hijau (Camellia sinensis) yang dapat menghasilkan daging bebek dengan mutu fisik
    terbaik dan mutu organoleptik disukai serta mengetahui pola kecenderungan antar
    perlakuan yang memberikan pengaruh teh hijau (Camellia sinensis) terhadap mutu
    fisik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk
    Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Sumedang, pada bulan
    Mei 2017. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak
    Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan daging bebek dengan penambahan
    konsentrasi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) 0% (P1), 2,5% (P2), 5% (P3), dan
    7,5% (P4) selama 10 menit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali.
    Analisis varian digunakan untuk menentukan pengaruh penggunaan ekstrak teh
    hijau terhadap mutu fisik dan organoleptik daging bebek, sedangkan perbedaan
    antar perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Organoleptik diuji dengan
    uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging
    bebek dalam ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 5% selama 10 menit memberikan
    sifat fisik terbaik dan secara organoleptik disukai.
    Kata kunci: daging bebek, ekstrak teh hijau, mutu fisik, organoleptik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi