<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62751">
 <titleInfo>
  <title>Kebijakan hukum dalam upaya penegakan hukum terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan negara kepada masyarakat asli Papua</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amsal Sama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Somawijaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Pembimbing 1</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widati Wulandari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Pembimbing 2</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana FH Unpad</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii., 212 hlm.: ill.; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Papua adalah daerah di ujung timur Indonesia yang selama ini masih menjadi perhatian publik baik &#13;
ional maupun intemasional karena situasinya yang jauh dari kesan kondusif dan aman, disebabkan &#13;
seiring terjadinya kekerasan aparat keamanan negara terhadap masyarakat asli Papua. Kekerasan dan &#13;
pelanggaran hak asasi manusia akibat dari tindakan yang didasari kebijakan situasional dengan &#13;
&#13;
yimpang dari prosedur yang dimiliki oleh anggota aparat keamanan negara dalam rangka upaya &#13;
gakan hukum dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.Tujuan penelitian ini untuk &#13;
getahui kebijakan hukum pidana dalam upaya penegakkan hukum terhadap penyelesaian kasus &#13;
erasan di Papua. &#13;
&#13;
. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan dengan metode hukum yang menerangkan &#13;
&#13;
erapan dan pengaturan secara jelas. Selanjutnya, menggunakan metode pendekatan yuridis normatif &#13;
'tu dengan cara mengkaji, menganalisis dan mengumpulkan fakta-fakta yang menunjang penelitian baik &#13;
. bahan-bahan hukum primer maupun bahan-bahan hukum sekunder yang berhubungan dengan &#13;
ijakan hukum pidana dalam upaya penegakan hukum terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oleh &#13;
&#13;
t keamanan negara terhadap masyarakat asli Papua. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas penegakan hukum pidana dalam penyelesaian &#13;
kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota aparat keamanan negara terhadap masyarakat asli &#13;
ua penegakan hukum pidana tidak efektif, hal ini menjadi sorotan dari kelompok korban masyarakat &#13;
&#13;
. Papua terns saja menutut kepada Pemerintah Indonesia untuk penegakan hukum pidana yang efektif, &#13;
. , transparan sesuai dengan UUD 1945 Pasal 27 bahwa semua warga negara sama didepan hukum dan &#13;
mendapat keadilan,kemudian kurangnya perhatian dari pemerintah secara serius untuk pelaksanaan &#13;
bijakan penegakan hukum pidana yang efektif terhadap kasus kekerasan aparat di Papua, penegakan &#13;
m terhadap aparat keamanan yang melakukan kekerasan tidak diadili akibatnya muncul sikap &#13;
olakan dari kelompok korban terhadap kehadiran aparat penegak hukum untuk menerapkan Undang- &#13;
&#13;
ndang hukum Nasional sering mengalami hambatan,ada 4 faktor penghambat (1) faktor pemahaman &#13;
ID masyarakat asli Papua teramat rendah, (2) faktor budaya, (3) faktor aparat keamanan tidak dibekali &#13;
gan pengetahuan tentang karakteristik kultur budaya warga asli Papua,( 4) faktor sarana dan prasarana, &#13;
ini yang mengakibatkan kekerasan dikalangan masyarakat asli Panua maka menimbulkan reaksi dari &#13;
ga asli Papua dalam bentuk kekuatan bersama dengan aparat keamanan negara sehingga selalu terjadi &#13;
rban jiwa dari warga sipil maupun pihak anggota aparat keamanan negara akan tetapi aparat keamanan &#13;
&#13;
lalu disalahkan karena dianggap pelaku kekerasan padahal banyak juga dari aparat yang telah menjadi &#13;
rban tetapi pihak aparat keamanan menjadi simbol atas penanganan kebijakan penegakan hukum pidana &#13;
g tidak afektif atas penyelesaian kasus kekerasan di Papua sehingga citra buruk kepada Pemerintah &#13;
donesia tentang isu pelanggaran HAM di Papua di Intemasionalisasikan. Kebijakan penegakan hukum &#13;
daaa yang efektif dalam penyelesaian kasus kekerasan di Papua dengan penerapan keadilan restoratif &#13;
g lebih efektif dan adil, lewat jalur non penal dengan berdialog langsung antara pelaku, korban dan &#13;
ihak-pihak terkait,kebijakan hukum pidana yang lebih mengedepankan dialog dengan melibatkan elemen &#13;
yarakat asli Papua, pendekatan bukan hanya kebijakan keamanan dan pembangunan fisik saja, tetapi &#13;
ebijakan penegakan HAM dan keadilan sosial serta kebijakan perlakuan khusus (aljirmative policy) yang &#13;
Jas dan berpihak kepada masyarakat asli Papua dan memberikan penegakan hukum yang adil, perhatian &#13;
penghormatan, pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat asli Papua serta memberikan &#13;
stitusi, rehabilitasi dan kompenisasi kepada korban kekerasan di Papua. &#13;
&#13;
Kebijakan Hukum Pidana, Efektivitas Penegakkan Hukum dalam Upaya Penyelesaian &#13;
Kasus Kekerasan Aparat Keamanan Negara di Papua. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Amsal Sama</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hukum pidana</topic>
 </subject>
 <classification>345. Ams k</classification>
 <identifier type="isbn">11012150052</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>345. Ams k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008427</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>345 Ams k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0004.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>62751</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-20 15:01:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-05 10:11:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>