Detail Cantuman

Image of EVALUASI PROGRAM INOV ASI PEMBANGUNAN 
DAN PEMBERDAYAAN KEWILAYAHAN (PIPPK) 
DI KO TA +BANDUNG 

(Studi di Kelurahan Cihapit Dan Kelurahan Merdeka) 

THE EVALUATION OF REGIONAL EMPOWERMENT AND 
DEVELOPMENT INNOVATION PROGRAM IN BANDUNG 
(Comparative Study At Kelurahan Cihapit And Kelurahan Merdeka)

Text  

EVALUASI PROGRAM INOV ASI PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN KEWILAYAHAN (PIPPK) DI KO TA +BANDUNG (Studi di Kelurahan Cihapit Dan Kelurahan Merdeka) THE EVALUATION OF REGIONAL EMPOWERMENT AND DEVELOPMENT INNOVATION PROGRAM IN BANDUNG (Comparative Study At Kelurahan Cihapit And Kelurahan Merdeka)


Tesis ini menggambarkan hasil penelitian mengenai Evaluasi Program
Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kota Bandung (Studi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008085351.598 243 2 Sit e/R.17.172.3Perpustakaan Pusat (REF.17.172.3)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351.598 243 2 Sit e/R.17.172.3
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;174 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351.598 243 2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini menggambarkan hasil penelitian mengenai Evaluasi Program
    Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kota Bandung (Studi
    di Kelurahan Cihapit dan Kelurahan Merdeka) Penelitian ini dilatarbelakangi
    adanya perbedaan hasil realisasi anggaran PIPPK Di Kelurahan Cihapit dan
    Kelurahan Merdeka yang menentukan keberhasilan program di - suatu wilayah.
    Mengingat Kelurahan Cihapit dan Merdeka sama-sama berada di kawasan
    perkotaan tetapi dari hasil realisasi anggaran tahun 2015 dan 2016 realisasi
    anggaran di Kelurahan Cihapit bisa mencapai 100% yaitu merupakan salah satu
    kelurahan terbaik yang ada di tengah perkotaan dalam pelaksanaan PIPPK dari
    lima kelurahan lainnya yang ada di Kota Bandung. Sedangkan Kelurahan
    Merdeka realisasi anggarannya hanya mampu mencapai 83,19% pada tahun 2015
    dan 84,20% pada tahun 2016.

    Teori Evaluasi Program yang digunakan adalah teori ruang lingkup
    evaluasi program yang dikemukakan oleh Daniel L. Stufflebeam yaitu Evaluasi
    Konteks, Input, Proses, dan Produk. Metode penelitian yang digunakan dalam
    penelitian ini adalah metode penelitian Komparatif Deskriptif pendekatan
    Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi
    lapangan (observasi, wawancara terstruktur & tidak terstruktur, dan teknik
    pengumpulan data dengan dokumen). Teknik pengambilan sampel menggunakan
    teknik non probability yaitu Purposive Sampling, dan Snowball Sampling.

    Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Program
    Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kelurahan Cihapit
    bisa lebih berhasil dibandingkan dengan Kelurahan Merdeka dikarenakan
    pengaruh dari Evaluasi Konteks dan. Input pada Kelurahan Cihapit yang
    menunjukkan adanya peluang lebih terbukannya Tim Pengarah Pelaksana PIPPK
    yang ada di Kelurahan Cihapit atau juga disebut dengan Tim fasilitator PIPPK
    dalam melakukan komunikasi dan kerjasama secara terintegeritas baik dengan
    sesama tim fasilitator maupun dengan perwakilan Lembaga Kemasyarakatan. Dari
    evaluasi input dapat terlihat adanya pembagian tugas yang lebih jelas di
    Kelurahan Cihapit dengan satu fasilitator yang membawahi satu LKK cukup
    efektif dalam menjalankan program secara keseluruhan hal ini berdampak positif
    pada evaluasi proses dan evaluasi produknya sehingga bisa menghasilkan realisasi
    anggaran lebih optimal yaitu mencapai 100% pada tahun 2015 dan 2016
    dibandingkan dengan Kelurahan Merdeka walaupun memang partisipasi
    masyarakat di kedua kelurahan tersebut belum optimal.

    Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis mengemukakan
    saran Pemerintah Kota Bandung Perlu peninjauan ulang mengenai tambahan
    SDM ahli sebagai tenaga pendamping di Kelurahan khusus untuk menangani
    PIPPK agar hasilnya lebih maksimal mengingat dengan adanya PIPPK tentunya
    memberikan tambahan beban kerja bagi SDM yang ada di Kelurahan yang jumlah
    personil nya hanya 7 sampai 8 orang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi