Detail Cantuman

Image of KESIAPAN INDUSTRI AGRO JA WA BARAT 

. 

MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 

PADA PILAR PASAR TUNGGAL DAN BASIS PRODUKSI 

READINESS OF WEST JAVA AGRO-LVDUSTRY TOWARDS 
ASEA.LV ECONOAfIC CO~1ft1UNJTY (AEC) 

I.LV SINGLE iWARKET AND PRODUCTION BASED

Text  

KESIAPAN INDUSTRI AGRO JA WA BARAT . MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN PADA PILAR PASAR TUNGGAL DAN BASIS PRODUKSI READINESS OF WEST JAVA AGRO-LVDUSTRY TOWARDS ASEA.LV ECONOAfIC CO~1ft1UNJTY (AEC) I.LV SINGLE iWARKET AND PRODUCTION BASED


Dalam menghadapi implementasi MEA 2015, Indonesia masih
menghadapi beberapa tantangan baik ekstemal maupun internal. Tantang
ekstemal ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007182327 Wul k/R.17.108Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Wul k/R.17.108
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,; 123 hlm,; 29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam menghadapi implementasi MEA 2015, Indonesia masih
    menghadapi beberapa tantangan baik ekstemal maupun internal. Tantang
    ekstemal yang dihadapi antara lain adalah tingkat persaingan perdagangan
    yang semakin kompetitif dan ketat, semakin tingginya kesenjangan defisit
    perdagangan antara Indonesia dengan negara mitra ASEAN lain,
    rendahnya tingkat investasi dan bagaimana Indonesia dapat meningkatkan
    daya tarik investasi. Sementara itu, tantang internal yang dihadapi
    Indonesia yaitu rendahnya pemahaman pelaku usaha maupun pejabat
    dinaslinstansi terhadap MEA, ketidaksiapan daerah menghadapi MEA,
    tingkat pembangunan yang bervariasi serta rendahnya kondisi sumber
    daya manusia dan ketenagakerjaan Indonesia.

    Keterlibatan Provinsi Jawa Barat dalam proses perdagangan bebas di
    kawasan Asia Tenggara memiliki potensi dan peluang. Penelitian ini
    menjadi menarik karena berupaya untuk mengkaji sejauh mana industri
    agro Jawa Barat siap menyambut MEA yang akan mutlak diterapkan per
    31 Desember 2015. Dalam hal ini, kesiapan yang dimaksud bukan hanya
    sebatas kegiatan ekspor ke negara mitra, melainkan juga sejauh mana
    industri agro Jawa Barat dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan
    domestik tanpa menomorsatukan produk-produk irnpor. Ini menjadi
    penting karena pangsa pasar Indonesia dimata ASEAN salah satu pangsa
    pasar utama yang menyumbang hampir setengah populasi.

    Konsep Konektivitas ASEAN (ASEAN Connectivity) menjadi andalan
    negara anggota untuk mewujudkan MEA. Keikutsertaan Jawa Barat untuk
    ikut menerapkan ASEAN Connectivity menjadi tantangan tersendiri. Studi
    ini menemukan bahwa industri agro Jawa Barat belum siap memasuki
    kawasan perdagangan bebas di Asia Tenggara. Hal tersebut disebabkan
    karena ketidaksiapan pada aspek infrastruktur, lemahnya institusi dan
    ketidakmerataan informasi mengenai MEA di lapangan menyebabkan
    rendahnya interaksi langsung masyarakat Jawa Barat dengan masyarakat
    negara mitra. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif Data
    didapatkan berdasar hasil wawancara dan kajian studi literatur.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi