<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62417">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN REMITANSI EKONOMI DAN &#13;
SOSIAL DI KALANGAN BURUH MIGRAN &#13;
PEREMPUAN &#13;
&#13;
(Studi Kasus:</title>
  <subTitle>Desa Penggalang dan Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, &#13;
Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laila Octaviani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxi,; 138 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji Pemanfaatan Remitansi Ekonomi dan Sosial Di &#13;
Kalangan BMP Setelah Kembali Ke Daerah Asal, di Desa Penggalang dan &#13;
Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dengan berangkat dari &#13;
permasalahan kajian Livelihood Strategies yakni para BMP ke luar negeri suatu &#13;
upaya bertahan, ketidakmampuan kepala keluarga dalam mencari nafkah. Namun &#13;
konstruksi sosial tentang stereotip gender (antara laki-laki dan perempuan) &#13;
melekat kuat di berbagai institusi, rnenjadi semacam keharusan yang tidak boleh &#13;
berubah, dan menjadi rancu tentang pengertian kodratnya sehingga &#13;
mempengaruhi peran mereka. Bahkan sekembalinya mereka ke daerah asal &#13;
dipandang negatif, hanya sebagai mantan PLR T, tidak memiliki keistimewaan &#13;
apa-apa, padahal mereka menyimpan potensi besar jika diberdayakan. Mengingat &#13;
selain remitansi ekonomi yang diperolehnya, mereka memperoleh pula bentuk &#13;
remitansi sosial yang dapat menjadi sarana pemberdayaan di keluarga, masyarakat &#13;
dan lingkungannya. Maka rumusan masalahnya, yaitu 1) Bagaimana posisi para &#13;
BMP terhadap struktur keluarga dan masyarakat setelah kembali ke daerah asal? &#13;
2) Bagaimana pemanfaatan remitansi ekonomi dan sosial para BMP yang &#13;
diperolehnya setelah kembali ke daerah asal? Oleh karena itu, tujuan penelitian ini &#13;
yaitu menjelaskan posisi para BMP terhadap struktur keluarga dan masyarakat &#13;
setelah kembali ke daerah asal dan melihat sejauhmana para BMP memanfaatkan &#13;
remitansi ekonomi dan sosial yang diperolehnya setelah kembali ke daerah asal &#13;
dengan menganalisa dan menerapkan teori Bourdieu, yaitu Praktik. &#13;
&#13;
Metode penelitian ini menggunakan metode (kualitatif) etnografi dengan &#13;
teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipasi dan &#13;
studi dokumentasi kepada seluruh informan yang berhubungan dengan &#13;
pemanfaatan rernitansi ekonomi dan sosial di Desa Penggalang dan Welahan &#13;
Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. &#13;
&#13;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa po si si para BMP setelah kembali &#13;
ke daerah asalnya sudah mengalami pergeseran dalam relasi gender, meskipun &#13;
sifatnya masih temporal dan spatial. Posisi tawar menawar (antara perempuan dan &#13;
laki-laki) dalam akses pengelolaan sumberdaya keluarga dan kegiatan di luar &#13;
rumah. Pandangan masyarakat mulai bergeser, pengalaman para BMP membawa &#13;
perubahan yaitu menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan secara relatif &#13;
independen dan dapat mernilih kegiatan sosial yang bermanfaat. Pemanfaatan &#13;
remitansi ekonomi dan sosial yang diperoleh para BMP setelah kembali ke daerah &#13;
asal, yaitu rernitansi ekonomi digunakan untuk investasi, konsumsi dan kegiatan &#13;
sosial, tidak serta merta dapat merubah status sosial mereka dalam kehidupan &#13;
masyarakat. Sedangkan remitansi sosial (struktur normatif, sistem praktik, dan &#13;
kapital sosial) yang diperolehnya membuat mereka sadar dalam meningkatkan &#13;
kapasitasnya melalui pengetahuan, pendidikan, keterampilan, dan organisasi. &#13;
Diwujudkan dalam bentuk kemampuannya untuk memberdayakan dirinya, baik &#13;
secara individu maupun kelompok. Salah satunya: program pemberdayaan BMP &#13;
dan keluarganya di daerah asal dengan pembentukan FWBM.</note>
 <note type="statement of responsibility">Laila Octaviani</note>
 <subject authority="">
  <topic>Praktik, Pemanfaatan Remitansi Ekonomi dan Sosial,</topic>
 </subject>
 <classification>331544</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>331544 Lai p/R.17.112</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007252</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>331544 Lai p/R.17.112</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>62417</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-18 10:17:03</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-04 10:47:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>