Detail Cantuman

Image of PENGARUH KONFLIK ETNIS ROHINGYA DI 
MYAmlAR TERHADAP SITUASI KEAMANAN ASIA 
TENGGARA 

THE INFLUENCE OF ETHNIC SPIRITS CONFLICTS IN 
JIYANMAR AGAINST THE SECURITY SITUATION OF 
SOUTHEAST ASL4

Text  

PENGARUH KONFLIK ETNIS ROHINGYA DI MYAmlAR TERHADAP SITUASI KEAMANAN ASIA TENGGARA THE INFLUENCE OF ETHNIC SPIRITS CONFLICTS IN JIYANMAR AGAINST THE SECURITY SITUATION OF SOUTHEAST ASL4


Konflik kepanjangan yang terjadi di Myamar membuat kondisi
perekonomian dan kondisi politik pemerintahan intern tidak stabil. Sistem

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008099327 Deg p/R.17.87.2Perpustakaan Pusat (REF.17.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Deg p/R.17.87.2
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix,; 98 hlm,'29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Konflik kepanjangan yang terjadi di Myamar membuat kondisi
    perekonomian dan kondisi politik pemerintahan intern tidak stabil. Sistem
    pemerintahan yang dibentuk atas dasar kekuasaan dan keuntungan sepihak
    menjadi faktor penyebab nilai-nilai demokrasi yang diharapkan rakyat tidak
    berjalan. Hambatan terbesar yang sering kali muncul adalah persoalan budaya
    Dalam nilai-nilai budaya akan berdampak besar terhadap pengakuan budaya lokal
    dan keragamannya, juga menimbulkan kekacauan yang merugikan pemerintah
    bila kekuasaan pusat melakukan pergeseran nilai terhadap budaya lain.

    Setelah pergantian kepemimpinan kekuasaan dari rezim militer kepada
    partai demokrasi yaitu partai NLD (National Liga Democrates) yang diusung
    Aung San Syu Kyi, memberikan kepercayaan kepada orang larnanya yaitu U Htin
    Kyaw sebagai presiden, pada akhir tahun 2015, namun situasi politik Myanrnar
    masih belum berubah. Demokrasi yang diharap-harapkan banyak rakyat Myanrnar
    tidak: berjalan sebagaimana seharusnya. Burma-Myanmar yang di dominasi etnis
    "bama", membuat kebijakan yang menjadikan etnis lain termajinalkan dan situasi
    tersebut membuat kecemburuan terjadi terhadap etnis lain termasuk etnis
    Rohingya yang telah lama menetap namun tidak diinginkan oleh pemerintahan
    Myanmar dan terlihat ingin mengusirnya dari wilayah Rakhine. Negara Myanmar
    yang memiliki keragaman budaya dan mengaku memiliki 135 etnis tidak
    menjadikan sebagai sebuah kekayaan bangsa yang seharusnya menyadari akan
    pentingnya kemajemukan, dari sebuah bangsa yang memiliki beragam etnis dan
    itu tidak dijadikan landasan negara untuk rnenjadi lebih baik, Kemajemukan
    dalam banyak hal - suku, ras, agama, golongan yang menjadi modal untuk
    membangun, sering kali disiasati negara untuk mencapai kepentingan-kepentingan
    politiknya. Ketika konflik muncul dan membesar di daerah-daerah, negara tak
    punya pilihan lain kecuali menutup-nutupi realitas kemajemukannya atas nama
    "kesatuan dan stabilitas nasional".

    Bertolak daripada itu, kini dirasakan semakin diperlukan kebijakan
    multikultural yang memihak keragaman. Negara-negara tetangga sekawasan
    seperti, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei, Thailand, Laos,
    Vietnam, Kamboja, dan Myanmar yang tergabung dalam sebuah wadah organisasi
    Intemasional yaitu ASEAN, perlu memberikan perhatian terhadap keberagaman
    dan kemajemukan terhadap w ilayah Asia Tenggara, karena memiliki banyak
    ragam etnik dan bila tidak tersedianya keamanan terhadap permasalahan konflik
    etnis akan berdampak terhadap kesetabilan perekonomian dan politik yang
    berakibat timbulnya konflik besar, dan tidak saja masalah akan menjadi semakin
    rumit, namun penilaian buruk oleh negara-negara di dunia.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi