<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62394">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONFLIK ETNIS ROHINGYA DI &#13;
MYAmlAR TERHADAP SITUASI KEAMANAN ASIA &#13;
TENGGARA &#13;
&#13;
THE INFLUENCE OF ETHNIC SPIRITS CONFLICTS IN &#13;
JIYANMAR AGAINST THE SECURITY SITUATION OF &#13;
SOUTHEAST ASL4</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Degy Digjaya  170820130018</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix,; 98 hlm,'29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik kepanjangan yang terjadi di Myamar membuat kondisi &#13;
perekonomian dan kondisi politik pemerintahan intern tidak stabil. Sistem &#13;
pemerintahan yang dibentuk atas dasar kekuasaan dan keuntungan sepihak &#13;
menjadi faktor penyebab nilai-nilai demokrasi yang diharapkan rakyat tidak &#13;
berjalan. Hambatan terbesar yang sering kali muncul adalah persoalan budaya &#13;
Dalam nilai-nilai budaya akan berdampak besar terhadap pengakuan budaya lokal &#13;
dan keragamannya, juga menimbulkan kekacauan yang merugikan pemerintah &#13;
bila kekuasaan pusat melakukan pergeseran nilai terhadap budaya lain. &#13;
&#13;
Setelah pergantian kepemimpinan kekuasaan dari rezim militer kepada &#13;
partai demokrasi yaitu partai NLD (National Liga Democrates) yang diusung &#13;
Aung San Syu Kyi, memberikan kepercayaan kepada orang larnanya yaitu U Htin &#13;
Kyaw sebagai presiden, pada akhir tahun 2015, namun situasi politik Myanrnar &#13;
masih belum berubah. Demokrasi yang diharap-harapkan banyak rakyat Myanrnar &#13;
tidak: berjalan sebagaimana seharusnya. Burma-Myanmar yang di dominasi etnis &#13;
&quot;bama&quot;, membuat kebijakan yang menjadikan etnis lain termajinalkan dan situasi &#13;
tersebut membuat kecemburuan terjadi terhadap etnis lain termasuk etnis &#13;
Rohingya yang telah lama menetap namun tidak diinginkan oleh pemerintahan &#13;
Myanmar dan terlihat ingin mengusirnya dari wilayah Rakhine. Negara Myanmar &#13;
yang memiliki keragaman budaya dan mengaku memiliki 135 etnis tidak &#13;
menjadikan sebagai sebuah kekayaan bangsa yang seharusnya menyadari akan &#13;
pentingnya kemajemukan, dari sebuah bangsa yang memiliki beragam etnis dan &#13;
itu tidak dijadikan landasan negara untuk rnenjadi lebih baik, Kemajemukan &#13;
dalam banyak hal - suku, ras, agama, golongan yang menjadi modal untuk &#13;
membangun, sering kali disiasati negara untuk mencapai kepentingan-kepentingan &#13;
politiknya. Ketika konflik muncul dan membesar di daerah-daerah, negara tak &#13;
punya pilihan lain kecuali menutup-nutupi realitas kemajemukannya atas nama &#13;
&quot;kesatuan dan stabilitas nasional&quot;. &#13;
&#13;
Bertolak daripada itu, kini dirasakan semakin diperlukan kebijakan &#13;
multikultural yang memihak keragaman. Negara-negara tetangga sekawasan &#13;
seperti, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei, Thailand, Laos, &#13;
Vietnam, Kamboja, dan Myanmar yang tergabung dalam sebuah wadah organisasi &#13;
Intemasional yaitu ASEAN, perlu memberikan perhatian terhadap keberagaman &#13;
dan kemajemukan terhadap w ilayah Asia Tenggara, karena memiliki banyak &#13;
ragam etnik dan bila tidak tersedianya keamanan terhadap permasalahan konflik &#13;
etnis akan berdampak terhadap kesetabilan perekonomian dan politik yang &#13;
berakibat timbulnya konflik besar, dan tidak saja masalah akan menjadi semakin &#13;
rumit, namun penilaian buruk oleh negara-negara di dunia. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Degy Digjaya  170820130018</note>
 <subject authority="">
  <topic>Konflik, Etnis, Rokingya, Keamanan, Asia Tenggara:</topic>
 </subject>
 <classification>327</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>327 Deg p/R.17.87.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008099</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.2)</sublocation>
    <shelfLocator>327 Deg p/R.17.87.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>62394</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-12 14:00:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-12 14:01:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>