Text
REKRUITMEN POLITIK PARTAI GERINDRA DAN PKS PADA PEMILIHAN WALIKOTA BANDUNG 2013 POLITICAL RECRUITMENT OF GERINDRA PARTY AND PKS AT BANDUNG MAYOR ELECTION 2013
Proses rekruitmen politik bagi para pejabat publik di Indonesia saat
ini menjadi lebih demokratis dan terbuka karena proses rekruitmen ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700331 320 Pri r/R.17.67 Perpustakaan Pusat (REF.17.67) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Pri r/R.17.67Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xii,;97 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Pri rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Muhammad Nariman Prihathursetyo 170820090504 -
Proses rekruitmen politik bagi para pejabat publik di Indonesia saat
ini menjadi lebih demokratis dan terbuka karena proses rekruitmen pejabat
publik (pemilihan kepala daerah) sudah dilakukan dengan pemilihan
langsung oleh rakyat, sehingga diharapkan akan memperoleh pejabat publik
yang lebih berkualitas, aspiratif dan representatif.
Penelitian tentang rekruitmen politik ini termasuk pada kategori
penelitian kualitatif. Menurut Bogdan (2003) dalam Moleong (2007:8),
penelitian kualitatif dilakukan dengan cara mengamati aktivitas suatu
kelompok sosial tertentu, dimana dalam pengamatan aktivitas kelompok
terse but berusaha menggambarkan secara detil mulai dari proses, tingkah
laku dimana orang-orang terIibat dalam aktivitas tersebut. Pada penelitian
rekruitmen politik, metode kualitatif dilakukan untuk mengkaji dan
menguraikan proses secara detil dan rinci, serta aktivitas yang terjadi dan hat
ikhwal yang berkaitan dengan rekruitmen politik di partai Gerindra dan PKS.
Pada pemilihan Walikota Bandung 2013-2018, Partai Gerindra
berafiliasi dengan PKS mengusung pasangan Ridwan Kamil - Oded M.
Daniel. Ridwan Kamil diusulkan sebagai calon walikota dari kalangan
profesi (akademisi dan arsitek) diusung dari Partai Gerindra, sedangkan
Oded M. Danial diusulkan sebagai calon wakil walikota yang merupakan
kader PKS.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas kandidat yang direkruit
oleh partai melalui mekanisme dan pola rekruitmen yang sesuai dengan anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga serta didasarkan pada social background, political
socialization, Initial Political Activity, Apprenticeship, Occupational
Variables, Motivations, Selection, sedikit banyak telah menghasilkan
kandidat atau kader yang berkualitas dan memiliki elektabilitas yang tinggi
di masyarakat.
Untuk itu diperlukan pola dan mekanisme rekruitmen politik yang
jelas dan tertuang dalam aturan formal tertulis setiap Partai Politik sehingga
kriteria Kader/anggota yang akan direkruit untuk menduduki jabatan publik
dapat lebih dipertanggungjawabkan kualitasnya dan dapat bersama-sama
membangun sistem demokrasi yang lebih baik di Indonesia. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






