Detail Cantuman

Image of Model Generalized Space Time Autoregressive 
with ARCH Error (GSTAR-ARCH) dan 
Penerapannya terhadap Data Curah Hujan 
pada Wilayah Rawan Bencana di Pulau Jawa

Text  

Model Generalized Space Time Autoregressive with ARCH Error (GSTAR-ARCH) dan Penerapannya terhadap Data Curah Hujan pada Wilayah Rawan Bencana di Pulau Jawa


Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca dan iklim yang memiliki
tingkat keragaman yang tinggi, baik secara temporal (waktu) maupun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008095519.5 Sha m/R.14.89.1Perpustakaan Pusat (REF.14.89.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.5 Sha m/R.14.89.1
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 93 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca dan iklim yang memiliki
    tingkat keragaman yang tinggi, baik secara temporal (waktu) maupun spasial
    (lokasi). Beberapa penyimpangan yang disebabkan oleh curah hujan tak jarang
    menyebabkan beeeaaa hidrometeorolegi yaag dapat merugikaa masyarakat,
    sehingga model prediksi terhadap curah hujan sangat dibutuhkan di Indonesia.
    Sa1ah sa.tu model. multivariat time series \J.t1Wk me};~a.n data. curah h:u:,ian

    dikenal dengan nama model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR)
    yang merupakan salah satu bentuk khusus dari Vector Autoregressive (V AR).
    Model GST AR mengasumsikan parameter AR maupun parameter space time
    berbeda untuk setiap lokasi, sehingga model tersebut berlaku untuk karakteristik
    Iokasi yang heterogen. Data curah hujan diketahui sangat beragam dari segi waktu
    juga lokasi yang diamati, schingga mcnycbabkan varians residual dari data tcrscbut
    tidak k9!1§t~!1 (h~t~r9§k~dastj§). lJt:rrnJ~ .JIleJ1gat~§i pe.l1!la§~J~haJ1 tersebut,
    diperlukan suatu model Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (ARCH).
    Dalam penelitian ini dikaji gabungan antara model GSTAR dengan ARCH,
    dinamakan model GSTAR-ARCH yang dapat digunakan untuk prediksi data curah
    hujan di Indonesia yang diamati seeara simultan berdasarkan waktu serta lokasi
    dengan asumsi terdapat varians error yang tidak konstaa.

    Pada penelitian ini, model GST AR-ARCH diterapkan untuk meramalkan
    data eurah hujan bulanan saat musim penghujan (DJF) pada wilayah rawan bene ana
    di Pulau Jawa bagian barat diwakili oleh Kabupaten Bandung, Garut, Ciamis, dan
    Pangandaran. Bobot lokasi yang .digunakan adalah hobot invers jarak dan
    menghasilkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) data in-sample dan
    out-sample lebih keeil dibandingkan dengan model GSTAR-ARCH dengan bobot
    lokasi seragam. Error model GST AR-ARCH dalam penelitian ini juga memenuhi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi