<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62060">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Competing Risks dengan Model Non &#13;
Proportional Subdistribution Hazard untuk Pemodelan &#13;
Lama Waktu Pasien Berada di IGD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>David Hadi Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Statistika Terapan</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, ;62 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Model Cox Proportional Hazard merupakan model regresi survival yang paling &#13;
&#13;
sering digunakan untuk menganalisis pengaruh kovariat terhadap waktu survival &#13;
sebagai variabel respon. Namun model ini hanya dapat digunakan jika terdapat &#13;
hanya satu event of interest. Model competing risk dapat digunakan untuk &#13;
melakukan analisis pada data survival dengan lebih dari satu penyebab terjadinya &#13;
event. Pada data LOS pasien IOD RSHS terdapat tiga alasan pasien keluar IOD, &#13;
yaitu masuk rawat inap, masuk kamar operasi, dan pulang. Pada penelitian ini, &#13;
analisis competing risks dilakukan dengan menggunakan model regresi &#13;
subdistribution hazard. Model subdistribution hazard, pada dasarnya merupakan &#13;
pengembangan dari model Cox sehingga terdapat juga asumsi proportional hazard &#13;
yang harns diujikan. Berdasarkan analisis pada data LOS bulan Mei 2017 di &#13;
Instalasi Gawat Darurat RSVP Dr. Hasan Sadikin Bandung, terdapat pelanggaran &#13;
asumsi proportional hazard sehingga model yang lebih tepat untuk digunakan &#13;
adalah model non proportional subdistribution hazard. Fungsi waktu yang &#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi waktu linier 9i(t) = t. Untuk &#13;
mengevaluasi model, digunakan nilai AIC (Akaike's Information Criterion). &#13;
Berdasarkan kriteria tersebut, model non proportional hazard merupakan model &#13;
yang lebih baik karena memiliki AIC yang lebih kecil yaitu sebesar 3840,822 &#13;
dibandingkan dengan model proportional subdistribution hazard. Kovariat yang &#13;
berpengaruh signifikan terhadap lama pasien berada di IOD adalah pasien tidak &#13;
marnpu, bagian bedah, bagian anak, shift sore, shift mal am, hari libur, dan jam &#13;
keputusan dokter. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">David Hadi Saputra</note>
 <classification>519.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>519.5 Dav a/R.14.22.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008096</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.22.2)</sublocation>
    <shelfLocator>519.5 Dav a/R.14.22.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>62060</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-18 09:23:09</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-18 09:25:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>