<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62030">
 <titleInfo>
  <title>Pengelompokkan Data Campuran dengan Metode &#13;
k-Medoids dan Fuzzy c-Medoids</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asnafiyah Asrof</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Statistika Terapan</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi,; 59 hlm ,;29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perencanaan pembangunan menurut Friedman (1987) dibagi menjadi &#13;
perencanaan tingkat pusat dan daerah (Pontoh, 2008). Provinsi Jawa Barat diliat dari &#13;
letak geografis dan fungsinya merupakan provinsi yang memiliki andil dalam &#13;
menyokong aspek sosial ekonomi ibukota negara Republik Indonesia Namun &#13;
pertumbuhan ekonomi belum merata meskipun wilayah tersebut berada di kawasan &#13;
megapolitan. Pengelompokkan desa berguna untuk melihat desa yang masih perlu &#13;
dilakukan pendampingan sehingga pemerataan pembangunan khususnya di Provinsi &#13;
Jawa Barat dapat terwujud. &#13;
&#13;
Metode pengelompokan yang sering digunakan adalah metode berbasis &#13;
partisi. Klaster dibentuk dengan mengoptimasi fungsi objektif tersebut atau &#13;
meminimalkan variasi dalam klaster. Data yang tersedia di lapangan berjenis data &#13;
campuran. k-Medoids dan fuzzy c-Medoids memiliki keuntungan cenderung lebih &#13;
fleksibel untuk diterapkan pada tipe data yang tidak terbatas. &#13;
&#13;
Berdasarkan nilai Average Silhouette Width, Dunn Index dan Connectivity &#13;
Index, metode fuzzy c-Medoids akan memiliki kinerja yang baik pada data bertipe &#13;
kategorik dengan tingkat overlap/ambiguitas yang menengah ke tinggi dan pada &#13;
semua kondisi tingkat overlap data bertipe kontinu. &#13;
&#13;
Berdasarkan plot data pengelompokkan desa disimpulkan bahwa variabel &#13;
kontinu memiliki tingkat overlap tinggi dan variabel kategorik memiliki tingkat &#13;
overlap menengah sehingga digunakan metode fuzzy c-Medoids. Dari hasil &#13;
pengelompokkan desa yang masuk klaster perdesaan adalah sebanyak 3.606 &#13;
desalkelurahan dan desa yang masuk ke dalam kelompok 2 atau perkotaan adalah &#13;
2.299 desa/kelurahan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Asnafiyah Asrof</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengelompokkan        2.   Data Campuran        3.</topic>
 </subject>
 <classification>519.5 Asn p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>519.5 Asn p/R.14.15.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008094</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.15.1)</sublocation>
    <shelfLocator>519.5 Asn p/R.14.15.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>62030</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-17 10:14:03</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-17 10:15:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>