<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61690">
 <titleInfo>
  <title>Konflik dan Hannoni:</title>
  <subTitle>Sipatahoenan di Bawah Tiga Pemimpin &#13;
Redaksi, 1924-1942</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahim Asyik Fajar Awanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Budaya Unpad</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 266 hlm. ; ill. ; 29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis ini bertujuan mendeskripsikan dinamika koran Sipatahoenan di bawah &#13;
tiga pemimpin redaksinya dan bagaimana sebuah koran partisan berbahasa Sunda &#13;
yang juga corong organisasi kesundaan Paguyuban Pasundan dapat bersaing &#13;
dengan koran berbahasa Belanda dan Melayu pada masa Pemerintah Kolonial &#13;
Belanda. Bahkan dua pemimpin redaksinya dianugerahi penghargaan perintis pers &#13;
nasional. Tesis ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari tahapan &#13;
heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode ini memungkinkan peneliti &#13;
menulis deskriptif kronologis mengenai perjalanan sejarah Sipatahoenan dan para &#13;
pemimpin redaksinya. Tesis ini juga menggunakan teori fungsi konflik dari Lewis &#13;
A. Coser yang tepat untuk mengungkapkan dan menganalisis bagaimana para &#13;
editor ini mengelola konflik bagi kemajuan Sipatahoenan. Hasil kajian &#13;
menemukan, kiprah dua pemimpin redaksi Sipatahoenan, Bakrie Soeraatmadja &#13;
dan Mohamad Koerdie, dengan caranya masing-rnasing, memang layak &#13;
dianugerahi gelar perintis pers nasional. Dipandang dengan kacamata Coser, &#13;
Sipatahoenan terampil mcngelola konflik internal dan eksternal. Tekanan dari &#13;
Pemerintah Hindia Belanda dan koran pesaingnya (out-grups), memperkuat in­ &#13;
group ikatan Sipatahoenan. Berbagai konflik ini secara positif menjadi pemicu &#13;
Sipatahoenan untuk berkembang dan menciptakan harmoni. Namun pada zaman &#13;
pendudukan Jepang tekanan out-group terlalu kuat dan ikatan in-group tak &#13;
mampu menahannya. Tak lama setelah Jepang berkuasa pada tahun 1942, &#13;
Sipatahoenan pun berhenti terbit.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rahim Asyik Fajar Awanto</note>
 <subject authority="">
  <topic>Sipatahoenan, Soetisna Sendjaja, Bakrie Soeraatmad</topic>
 </subject>
 <classification>905</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>905 Rah k/R.18.245.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008333</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>905 Rah k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>61690</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-18 11:03:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-30 10:18:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>