<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61689">
 <titleInfo>
  <title>PEMISAHAN DISPROSIUM DARI CAMPURAN UNSUR TANAH JARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DENGAN LIGAN DIHEKSILDITIOFOSFAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reza Eka Syahputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii, 52 hlm. ; ill. ; 29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disprosium adalah salah satu unsur logam tanahjarang yang banyak diaplikasikan &#13;
untuk teknologi saat ini dan logam ini pun dapat digunakan sebagai contrast agent. &#13;
Pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang sangat sulit dilakukan karena unsur &#13;
tanahjarang memiliki kemiripan sifat antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena &#13;
itu diperlukan metode pemisahan unsur disprosium dari mineralnya yang efektif &#13;
dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah memisahkan disprosium dari eampuran &#13;
unsur tanah jarang dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut dengan ligan &#13;
diheksil ditiofosfat (DHDTP) dengan pelarut n-heksana. Pada penelitian ini &#13;
pertama-tama dilakukan ekstraksi individu untuk logam Dy, Srn dan Gd untuk &#13;
mengetahui parameter optimum untuk masing-masing logam. Lalu dilakukan &#13;
ekstraksi Dy dari eampurannya dengan Srn dan Gd. Kemudian didapatkan &#13;
parameter optimum yang coeok untuk pemisahan Dy dari eampurannya. Sebelum &#13;
dan sesudah proses ekstraksi, fasa air dianalisis dengan ICP-OES sehingga &#13;
diketahuilah kandungan logam pada sampel selama proses ektraksi. Dan dari data &#13;
ini dapat ditentukan nilai koefisien distribusi (Kn), efisiensi ekstraksi (% E) dan &#13;
faktor pemisahan (a) dari proses ektraksi terse but. Setelah proses ekstraksi &#13;
didapatkanlah nilai efisiensi ekstraksi dan kemumian Dy untuk masing-masing &#13;
eampuran adalah sebagai berikut Dy-Sm 95,16% dan 53,05% sedangkan Dy-Gd &#13;
96,74% dan 51,66% pada pH 3 di fase organik. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Reza Eka Syahputra</note>
 <subject authority="">
  <topic>disprosium, ekstraksi, DHDTP</topic>
 </subject>
 <classification>540</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>540 Rez p/R.14.134.5</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008334</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)</sublocation>
    <shelfLocator>540 Rez p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>61689</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-18 11:01:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-30 13:01:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>