Detail Cantuman

Image of RANCANGAN DAN UJI COBA PENERAPAN PRINSIP ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY UNTUK MENURUNKAN DERAJAT STRESS REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA DOWN SYNDROME

Text  

RANCANGAN DAN UJI COBA PENERAPAN PRINSIP ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY UNTUK MENURUNKAN DERAJAT STRESS REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA DOWN SYNDROME


Afada Alhaque. 2018: Rancangan dan Uji Cob a Penerapan Prinsip Acceptance
and Commitment Therapy Untuk Menurunkan Derajat Stres Remaja yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008335155.5 Afa rPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 100 REF.19.86.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 Afa r/R.19.86.2
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 173 hlm. ; ill. ; 29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Afada Alhaque. 2018: Rancangan dan Uji Cob a Penerapan Prinsip Acceptance
    and Commitment Therapy Untuk Menurunkan Derajat Stres Remaja yang
    Memiliki Saudara Down Syndrome.

    Pembimbing: Dr. Poeti Joefiani, M.Si., Psikolog dan Esti Wungu, M,Ed,.
    Psikolog

    Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan modul pelatihan penerapan prinsip
    Acceptance and Commitment Therapy (ACT) untuk menurunkan derajat stres remaja
    usia 14 - 16 tahun yang memiliki saudara Down Syndrome, serta melihat apakah
    modul pelatihan tersebut dapat digunakan sebagai intervensi menurunkan derajat
    stres remaja usia 14 - 16 yang memiliki saudara Down Syndrome.

    Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dan terdiri dari studi I dan studi 11.
    Studi I adalah membuat rancangan modul pelatihan penerapan prinsip ACT.
    Rancangan modul ini telah divalidasi oleh expert judgement, dan diperoleh modul
    yang dapat digunakan untuk menurunkan derajat stres remaja usia 14 - 16 tahun yang
    memiliki saudara Down Syndrome.

    Selanjutnya, dilakukan studi II berupa uji cob a rancangan modul dengan metode One
    Group Pretest - Posttest Design. Pada proses uji coba melibatkan tiga orang subjek
    remaja usia 14 - 16 tahun yang memiliki saudara Down Syndrome, diperoleh dengan
    menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui metode wawancara,
    observasi, alat ukur berupa kuisioner, serta lembar kerja yang diisi oleh subjek. Alat
    ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Derajat Stres yang dibuat
    berdasarkan teori stres oleh Lazarus dan Folkman, 1984, untuk mengukur derajat
    stres, dan alat ukur Acceptance and Action Questionnaire If (AAQ - II) untuk
    mengukur fleksibilitas psikologi, yang di adaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dari
    AAQ - 11 yang telah disusun oleh Hayes, dkk (2004).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ACT dapat menurunkan
    derajat stres dan meningkatkan fleksibilitas psikologi remaja usia 14 - 16 tahun yang
    memiliki saudara Down 'Syndrome. Uji signifikansi menunjukkan bahwa penurunan
    derajat stres yang terjadi adalah signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0.016
    (sig < 0.05), sehingga Ho dalam penelitian ditolak, yang berarti bahwa terdapat
    penurunan derajat stres yang signifikan saat sebelum dan setelah diberikannya
    pelatihan penerapan prinsip ACT pad a remaja usia 14 - 16 tahun yang memiliki
    saudara Down Syndrome. Melalui pelatihan penerapan prinsip ACT, fleksibilitas
    psikologi subjek menjadi meningkat sehingga subjek mengetahui cara yang dapat
    dilakukan untuk menghadapi suatu perrnasalahan, yaitu dengan menerima perasaan
    dan pikiran negatif atau tidak menyenangkan karena memiliki saudara Down
    Syndrome dan memiliki komitmen mencapai tujuan sesuai dengan nilai hidup
    mereka.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi