<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61626">
 <titleInfo>
  <title>RANCANGAN INTERVENSI UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RINI JULISTIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jatinangor</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikologi UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 191 hlm. ; ill. ; 29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pergaulan remaja saat ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, karena tidak jarang &#13;
remaja sering terjerumus dalam perbuatan yang dapat melanggar batas-batas nilai, moral yang &#13;
mengarah kepada kenakalan remaja yaitu perilaku seksual pranikah. Salah satu cara untuk &#13;
mencegah perilaku seksual pranikah adalah dengan regulasi diri, yang terdiri dari tiga fase yaitu &#13;
forethought (yang terdiri dari talcs analysis dan self-motivation belief), performance (yang terdiri &#13;
dari self-contro dan self-observation), self-reflection (yang terdiri dari self-judgment dan self­ &#13;
reaction) (Zimmerman, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran regulasi &#13;
diri dalam mencegah perilaku seksual pranikah. Setelah mendapatkan gambaran regulasi diri &#13;
dalam mencegah perilaku seksual pranikah, maka disusun rancangan intervensi yang dapat &#13;
meningkatkan regulasi diri dalam mencegah perilaku seksual pranikah pada siswa Sekolah &#13;
Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe. &#13;
&#13;
Untuk memperoleh gambaran regulasi diri, metode penelitian yang digunakan ialah metode &#13;
kuantitatif dengan analisis deskriptif yang bertujuan untuk membuat suatu deskripsi atau &#13;
gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta yang digunakan sebagai dasar &#13;
pembuatan intervensi. Data diperoleh melalui kuisioner &quot;Regulasi Diri Dalam Mencegah &#13;
Perilaku Seksual pranikah&quot;. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 290 orang siswa yang &#13;
diperoleh berdasarkan metode cluster random sampling yang sesuai dengan karakeristik dan &#13;
dianggap mewakili siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota &#13;
Lhokseumawe merniliki regulasi diri yang rendah (58%), artinya sebagian siswa Sekolah &#13;
Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe belum mampu mengatur dirinya untuk mencapai &#13;
tujuannya yaitu mencegah perilaku seksual pranikah. Hal ini dikarenakan siswa Sekolah &#13;
Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe belum mampu menyusun tujuan dan stategi dalam &#13;
mencegah perilaku seksual pranikah, belum mampu memotivasi diri, belum mampu mengontrol &#13;
diri, belum mampu melakukan pemantauan serta belum mampu melakukan penilaian dan &#13;
evaluasi dalam mencegah perilaku seksual pranikah. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, rancangan program intervensi yang dapat meningkatkan regulasi &#13;
diri dalam mencegah perilaku seksual pranikah adalah berupa pelatihan (training) dengan &#13;
menerapkan prinsip experiental learning dan metode role play,diskusi. Intervensi dibagi kedalam &#13;
tiga tahap sesuai dengan konsep teori (Zirnmerrnan,2000). Tahap pertama forethought phase, &#13;
memberikan pengetahuan mengenai perilaku seksual pranikah, mampu menyusun tujuan dan &#13;
strategi serta memotivasi diri dalam mencegah perilaku seksual pranikah. Tahap kedua &#13;
performance phase, menerapakan hasil belajar pada tahap pertama dengan metode role play. &#13;
Tahap ketiga self-reflection phase, memberikan pengetahuan dan melakukan evaluasi terhadap &#13;
adegan yang dilakukan pada tahap kedua.</note>
 <note type="statement of responsibility">RINI JULISTIA</note>
 <subject authority="">
  <topic>Regulasi diri, Perilaku Seksual Pranikah, Siswa Se</topic>
 </subject>
 <classification>155.359 811 42</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.359 811 42 Rin r/R.19.27.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008301</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 100 REF.19.27.2)</sublocation>
    <shelfLocator>155.359 811 42 Rin r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>61626</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-16 15:13:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-26 11:04:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>