<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61623">
 <titleInfo>
  <title>KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN SEQUENTIALLY PLANNED INTEGRATIVE COUNSELLING FOR CHILDREN (SPICC) UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA ANAK KORBAN PERUNDUNGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KARINA DEWANTI SHAFWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jatinangor</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikologi UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 221 hlm. ; ill. ; 29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KARINA DEW ANTI SHAFW AN. Konseliag Kelompok Dengan Pendekatan &#13;
Sequentially Planned Integrative Counselling For Children Untuk Meningkatkan &#13;
Resiliensi Pada Anak Korban Perundungan. &#13;
&#13;
Pembimbing : Dr. Poeti Joefiani, M. Si, Psikolog dan Laila Qodariah, S. Psi, M. Psi, &#13;
Psikolog. &#13;
&#13;
Bullying atau yang saat ini sudah dikenal dengan istilah perundungan adalah suatu &#13;
tindakan negatif dari satu atau banyak orang terhadap orang lain secara berulang, disengaja &#13;
dan orang yang mendapatkan tindakan tersebut tidak mampu melakukan perlawanan terhadap &#13;
pelakunya (Olweus, 1993). Anak yang menjadi korban perundungan berpotensi untuk &#13;
mendapatkan beberapa dampak negatif baik secara fisik, psikologis ataupun sosial. Dari segi &#13;
sosial anak korban perundungan dapat terlihat sebagai anak yang menarik diri atau bahkan &#13;
menolak untuk sekolah (Grotberg, 2003). Hal tersebut menunjukkan bahwa anak kurang &#13;
mampu menghadapi dan mengatasi perundungan yang dialaminya. Dalam psikologi hal ini &#13;
dikenal dengan istilah resiliensi. Resiliensi dibentuk melalui tiga faktor yaitu I HA VE, I AM &#13;
dan I CAN. Melihat hal tersebut, anak korban perundungan perlu mendapatkan penanganan &#13;
untuk membantu dirinya bangkit dari keterpurukan yang dialami sebagai dampak &#13;
perundungan. Dalam penelitian ini, intervensi yang diberikan berupa konseling kelompok &#13;
dengan pendekatan Sequentially Planned Integrative Counselling For Children (SPICC). &#13;
SPICC adalah pendekatan dalam konseling anak yang menggunakan lima pendekatan besar &#13;
yang terintegrasi yaitu client centered, gestalt, narrative, cognitive behavioural dan &#13;
behavioural (Geldard, 2013). &#13;
&#13;
Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, studi 1 merupakan proses merancang modul &#13;
konseling kelompok dengan pendekatan SPICC dan pengujian valitditas rancangan &#13;
menggunakan expert review. Studi II adalah uji coba rancangan konseling kelompok dengan &#13;
menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Alat ukur yang digunakan adalah &#13;
Olweus Bullying Questionnaire sebagai alat ukur dalam penjaringan partisipan dan alat ukur &#13;
resiliensi yang digunakan dalam asesmen sebelum dan sesudah pemberian konseling &#13;
kelompok. Pemberian intervensi diberikan kepada 2 anak korban perundungan berjenis &#13;
kelamin laki-Iaki berusia 10-12 tahun. Convergent parallel mixed method design digunakan &#13;
dalam pengolahan, analisis, pembahasan dan penarikan kesimpulan daripada penelitian ini. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan resiliensi &#13;
pada anak korban perundungan dari skor 124 menjadi 164 pada partisipan A dan skor 134 &#13;
menjadi 191 pada partisipan M. Secara kualitatif, partisipan paling banyak terbantu dalam &#13;
meningkatkan penilaian positif terhadap diri mereka, disertai dengan munculnya pemahaman &#13;
bahwa mereka memiliki sumber daya lingkungan yang dapat membantu dan kemampuan &#13;
untuk bertindak dalam menghadapi situasi perundungan.</note>
 <note type="statement of responsibility">KARINA DEWANTI SHAFWAN</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perundungan, Resiliensi, Sequentially Planned Inte</topic>
 </subject>
 <classification>155.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.4 Kar k/R.19.23.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008304</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.23.1)</sublocation>
    <shelfLocator>155.4 Kar k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>61623</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-16 15:04:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-26 11:12:32</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>