Detail Cantuman

Image of DAMPAK KONFLIK INTERNAL PPP TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA PEKANBARU 2017

Text  

DAMPAK KONFLIK INTERNAL PPP TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA PEKANBARU 2017


Konflik internal DPC PPP pada pemilihan Walikota Pekanbaru 2017 ditandai
dengan munculnya pernyataan Ketua DPC PPP Pekanbaru Said Usman yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008309320.598 141 11 Har hPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320.598 141 11 Har h/R.17.80.8
    Penerbit Fak. Ilmu Sosial Dan Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 130 hlm. ; ill. ; 29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320.598 141 11
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Konflik internal DPC PPP pada pemilihan Walikota Pekanbaru 2017 ditandai
    dengan munculnya pernyataan Ketua DPC PPP Pekanbaru Said Usman yang
    menyatakan bahwa terdapat calon tunggal PPP dalam pencalonan Walikota
    Pekanbaru yang diputuskan secara individu dan bukan hasil Rapincab.
    Berdasarkan pernyataan ketua DPC PPP tersebut memunculkan ketidakpuasan
    dari kader PPP lainnya. Ketidakpuasan inilah yang akhirnya berujung pada
    konflik yang terjadi dalam tubuh internal PPP Pekanbaru dan berdampak terhadap
    proses pemilihan pencalonan Walikota Fraksi PPP DPC Pekanbaru. Dengan
    demikian, perlu adanya resolusi konflik yaitu kemampuan untuk menyelesaikan
    perbedaan dengan yang lainnya dan merupakan aspek penting dalam penanganan
    konflik internal partai politik yang memerlukan keterampilan dan penilaian untuk
    bemegoisasi, kompromi serta mengembangkan rasa keadilan.

    Penelitian ini bertujuan mengemukakan dampak konflik internal DPP PPP
    dengan pencalonan Walikota Pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini adalah jenis
    penelitian kualitatifyang didukung dengan oleh data kualitatifyang diperoleh dari
    para informan ahli dengan lingkup penelitian adalah PPP Kota Pekanbaru saat
    pencalonan Walikota Pekanbaru Tahun 2017.

    Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) Asal usul konflik di DPC Pekanbaru
    pada pemilihan Walikota di Pekanbaru dimulai dari adanya dualisme
    kepengurusan di DPP dan menjalar kepada kepengurusan PPP di DPC Pekanbaru.
    Konflik internal yang ada di tubuh PPP berdampak terhadap DPC PPP Pekanbaru
    yang berawal dari perbedaan pandangan politik dan masalah kaderisasi di DPC
    Pekanbaru yang merupakan proses pengisian jabatan DPC Pekanbru yang
    mendukung kubu Romi dan Dzan Farid. (2) Konflik di DPP Berdampak besar
    terhadap adanya dualisme kepemimpinan di DPC Pekanbaru serta berimbas
    terhadap pemilihan Walikota Pekanbaru 2017. Konflik dimulai dari adanya
    pengusulan calon tunggal untuk maju menjadi Calon Walikota Pekanbaru yaitu
    Said Usman yang mengundang polemik, namun adanya polemik pencalonan di
    DPC tidak berpengaruh besat terhadap penerimaan calon Walikota dan wakil
    Walikota di KPU, karena berdasarkan aturan KPU bahwa hanya calon dari partai
    politik yang mendapat rekomendasi yaitu tanda tangan DPP dan disahkan oleh
    Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang akan diterima oleh
    KPU. Dengan demikian, adanya konflik di daerah dalam Pilkada mutlak menjadi
    substansinya adalah legalitas formal. (3) PPP telah terinstitusional dengan baik.
    Namun demikian, konflik dualisme pada PPP perlu adanya resolusi konflik, jika
    resolusi konflik tidak dilakukan maka efeknya berdampak kepada partai yaitu
    partai kurang terstruktur dengan baik, kurang terurus dengan baik, dan dibawah
    kurang terinformasi dengan baik sehingga banyak salah persepsi komunikasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi