<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="61603">
 <titleInfo>
  <title>METODE DAN PRINSIP PE~YELESAIAN SENGKETA BATAS &#13;
MARITIM NEGARA-NEGARA YANG BERHADAPAN ATAU &#13;
BERDAMPINGAN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL &#13;
(STUD I KASUS INDONESIA DAN TIMOR LESTE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BELARDO PRASETYA MEGA JAYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxv, 200 hlm. ; ill. ; 29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konvensi Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) memberikan penetapan batas-batas &#13;
wilayah secara jelas karena konvensi tersebut telah mengatur seberapa jauh batas­ &#13;
batas yang dapat diklaim setiap negara pantai/kepulauan. Pada praktiknya &#13;
penetapan batas maritim tersebut dapat terjadi tumpang tindih klaim (overlapping &#13;
claim) wilayah maritim terhadap negara yang berhadapan atau berdampingan, &#13;
maka dibutuhkan penyelesaian sengketa batas maritim antara kedua belah pihak. &#13;
Delimitasi batas maritim antara kedua belah pihak harus dilakukan berdasarkan &#13;
metode dan prinsip yang diatur dalam hukum intemasional. Oleh karena itu &#13;
penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menguji dan menganalisis metode dan prinsip &#13;
apa yang digunakan dalam menyelesaikan sengketa batas maritim negara yang &#13;
berhadapan atau berdampingan berdasarkan hukum intemasional (studi kasus &#13;
Indonesia dan Timor Leste); (2) Menjelaskan dan menganalisis bagaimana &#13;
hambatan dan solusi dalam menyelesaikan sengketa batas maritim Indonesia dan &#13;
Timor Leste. &#13;
&#13;
Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dan spesifikasi penelitian ini &#13;
adalah deskriptif analitis yakni menggambarkan dan menganalisa permasalahan &#13;
yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian yuridis normatif adalah &#13;
penelitian hukum kepustakaan yang mengacu kepada norma hukum yang terdapat &#13;
dalam peraturan intemasional dan peraturan perundang-undangan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode yang digunakan dalam &#13;
penetapan batas maritim antara Indonesia dan Timor Leste adalah metode &#13;
enclaving, metode sama jarak, dan metode pendekatan tiga tahap. Prinsip &#13;
penetapan delimitasi batas laut teritorial diatur dalam Pasal 15 UNCLOS 1982; &#13;
(2) Rumitnya konfigurasi geografis antara kedua negara antara lain dengan faktor &#13;
lokasi enclave Oekusi yang terpisah dari Timor Leste, keberadaan pulau-pulau &#13;
terluar di selat wetar, dan keberatan yang dinyatakan Pemerintah Timor Leste &#13;
terhadap garis pangkal kepulauan yang ditetapkan Indonesia akan memberikan &#13;
kendala tertentu dalam penetapan batas maritim. Di Distrik Oekusi, Timor Leste &#13;
akan tetap mendapatkan wilayah maritirnnya, tetapi luasnya akan dirundingkan &#13;
dengan Indonesia. Sementara di selat wetar, pembagian wilayah laut teritorial &#13;
kedua negara akan mempertimbangkan pulau-pulau terluar milik kedua negara. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">BELARDO PRASETYA MEGA JAYA</note>
 <subject authority="">
  <topic>Batas Maritim, Batas Maritim Indonesia, Metode Del</topic>
 </subject>
 <classification>341</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 Bel m/R.11.16.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008320</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>341 Bel m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>61603</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-16 13:58:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-30 09:40:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>