Text
INTEGRASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN KANO MODEL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS JASA KURIR DI PT. BHANDA GRAHA REKSA (BGR) UNIT EXPRESS
Pertumbuhan perusahaan logistik yang bergerak di jasa pengiriman dengan
kurir meningkat karena semakin tingginya akan perpindahan atau ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008272 658.401 Nur i Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 600) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658.401 Nur i/R.12.314.3Penerbit Fakaultas Ekonomi Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xi, 165 hlm. ; ill. ; 29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.401Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab NURHAYATI RAHMAN PUTRA -
Pertumbuhan perusahaan logistik yang bergerak di jasa pengiriman dengan
kurir meningkat karena semakin tingginya akan perpindahan atau pengiriman
barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, diperkirakan bisnis jasa pengiriman
exspress akan berkembang positif sampai 30% per tahunnya. Kesempatan akan
tingginya perkembangan jasa kurir diambil oleh PT.BGR unit Express, penelitian
ini mengintegrasikan Metode Quality Function Deployment (QFD) dengan Kano
Model dengan menggunakan tahapan Matrix House Of Quality (HOQ) dengan
tujuan penelitian meningkatkan Kualitas Jasa Kurir yang sesuai dengan kebutuhan
konsumen dan kemampuan perusahaan dengan melakukan pengurutan prioritas
agar mendapatkan perbaikan desain pelayanan yang lebih optimal. Metode
analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif. PeneIitian dilakukan
menggunakan teknik survei dengan menyebarkan kuisioner kepada 100 konsumen
(cash dan credit) dengan bobot nilai Skala Linkert dimensi kuaIitas jasa
(Reliability, Empathy, Responsiveness, Assurance dan Tangible) untuk Metode
Quality Function Deployment (QFD) sedangkan Kano Model menggunakan
perwakilan perusahaan dengan dimensi Attractive, One Dimensional, Must Be,
Indifferent, Reserve dan Questionable dan uji Reabilitas - Validitas. Hasil
penelitian ini berdasarkan output HOQ mengetahui gap (selisish) keinginan dan
kenyataan konsumen dengan nilai rata- rata -24,552%, Kano Model melakukan
pengurutan prioritas terbesar dari permasalahaan yang harus diperbaiki dengan
diimbangi oleh kemampuan perusahaan, sehingga melakukan desain ulang
perbaikan pelayanan dengan inovasi akan sistem pelayanan terutama desain
teknologi informasi pendistribusian barang. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






