Detail Cantuman

Image of ASYMMETRIC SHOCK DAN VOLATILITY FEEDBACK P ADA BURSA 
SAHAM INDONESIA 

ASYMMeTRIC SHOCK AND VOLATILITY FEEDBACK IN-INDONESIA W 
STOCK MARKET

Text  

ASYMMETRIC SHOCK DAN VOLATILITY FEEDBACK P ADA BURSA SAHAM INDONESIA ASYMMeTRIC SHOCK AND VOLATILITY FEEDBACK IN-INDONESIA W STOCK MARKET


Capital Asset Pricing Model (CAPM) hingga kini digunakan secara luas
untuk: valuasi aset. CAPM menghasilkan nilai expected return dengan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008114658.15 uta a/R.12.244.1Perpustakaan Pusat (REF.12.244.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    658.15 uta a/R.12.244.1
    Penerbit Magister Ekonomi Dan Bisnis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix,;74 hlm,'29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    658.15 Uta a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Capital Asset Pricing Model (CAPM) hingga kini digunakan secara luas
    untuk: valuasi aset. CAPM menghasilkan nilai expected return dengan
    memperhitungkan tingkat risiko yang diukur dengan nilai beta (systemaric risk).
    Studi empiris mengenai pengujian model standar CAPM, sejauh ini memberikan
    kesimpulan yang tidak konsisten dalam menjelaskan trade-off antara return
    dengan risiko (beta) yang disebabkan oleh penggunaan asumsi yang tidak sesuai
    dengan realita. Sehingga kemudian dilakukan pelonggaran asumsi yang
    melahirkan model conditional CAPM. Model conditional CAPM melakukan
    pelonggaran asumsi, dimana beta tidak konstan selama periode waktu tertentu
    (time varying beta). Model ini membagi beta ke dalam dua kondisi pasar, yaitu
    beta saat up market dan down market. Salah satu prasyarat dalam model
    conditional CAPM adalah trade-off antara beta dengan return pada kondisi up
    market simetris dengan pada kondisi down market. Studi empiris mengenai model
    pengujian conditional CAPM menunjukan hasil yang tidak simetris, fenomena
    tersebut disebut sebagai asymmetric shock. Penyebab asymmetric shock salah
    satunya adalah volatility feedback. Metode penelitian yang digunakan adalah
    metode penelitian verfikatif dengan data kuantitatif. Hasil penelitian ini
    menunjukan terdapat pengaruh signifikan antara beta dengan return pada saat
    down market, serta dual beta terbukti dapat menjelaskan hubungan antara risiko
    dengan return secara efektif. Kemudian terdapat bukti eksistensi asymmetric
    shock pada bursa saham Indonesia, juga terbukti pada sampel portfolio. Penelitian
    ini juga memberikan dukungan empiris bahwa terdapat volatility feedback di
    dalam pengujian asymmetric shock. Implikasi hasil penelitian ini adalah bukti
    empiris bahwa pasar lebih reaktif pada saat down market dibandingkan pada saat
    up market, atau dapat dikatakan bahwa pasar lebih sensitif terhadap bad news
    dibandingkan terhadap masuknya good news.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi