
Text
Perkembangan Populasi Ternak Sapi Perah Berdasarkan Karakteristik Desa di Wilayah Kerja KUD Sarwa Mukti, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di wilayah kerja KUD Sarwa Mukti yang meliputi lima desa di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan SKR000299 Skr.5612 Perpustakaan Fakultas Peternakan Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas PeternakanJudul Seri -No. Panggil Skr.5612Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang., 2017 Deskripsi Fisik xiv, 69 hlm.: ilus.; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 636.214 2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Sandi Prasetyo -
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di wilayah kerja KUD Sarwa Mukti yang meliputi lima desa di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan populasi sapi perah dan karakteristik desa di wilayah kerja KUD Sarwa Mukti, selain itu diteliti hubungan antara setiap karakteristik desa dan perkembangan populasi sapi perah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kantor Kecamatan Cisarua dan KUD Sarwa Mukti. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan populasi sapi perah di seluruh wilayah kerja KUD Sarwa Mukti sebesar 6,3% per tahun. Penurunan populasi terjadi di kelima desa wilayah kerja KUD Sarwa Mukti dengan penurunan populasi terbesar terjadi di Desa Pasir Halang sebanyak 105 ekor per tahun atau 13,8% per tahun. Lima dari enam variabel karakteristik wilayah di masing-masing desa meningkat searah dengan tingkat perkembangan populasi sapi perah. Karakteristik wilayah memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan perkembangan populasi sapi perah.
Kata kunci : penurunan populasi, karakteristik desa, korelasi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






