Detail Cantuman

Image of Kesinergian pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di Semarang, Jawa Tengah

Text  

Kesinergian pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di Semarang, Jawa Tengah


Disertasi ini adalah penelitian kajian budaya (pariwisata) yang membahas
tentang pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007567910.259 826 Her kPerpustakaan Pusat (Reference kls.900)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    910.259 826 Her k/R.18.47.2
    Penerbit Universitas Padjadjaran : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi, 370 hlm.; ill.: 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    910.259 826
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini adalah penelitian kajian budaya (pariwisata) yang membahas
    tentang pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di Semarang-Jawa
    tengah. Sebagaimana diketahui, Semarang merupakan salah satu wilayah di
    Indonesia yang sejak lama memiliki banyak dunia usaha jamu mulai dari dunia usaha
    berskala kecil dan rumah tangga, menengah, hingga berskala besar. Dalam
    perkembangannya, setelah sukses memproduksi dan memasarkan jamu sebagai
    produk perawatan kesehatan, pengobatan dan kecantikan, beberapa dunia usaha jamu
    mulai mengembangkan jamu sebagai daya tarik wisata melalui pendirian obyek
    wisata museum, agrowisata, taman dan sebagainya, termasuk masyarakat yang telah
    mengembangkan desa wisata berbasis jamu. Untuk dapat mengembangan jamu
    sebagai daya tarik wisata budaya, maka dibutuhkan kesinergian antara pemerintah,
    dunia dan masyarakat melalui optimalisasi perannya masing-masing didalam sebuah
    bentuk kelembagaan yang permanen.

    Disertasi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana metode
    pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi lapangan dan melakukan
    wawancara secara mendalam pada berbagai sumber yang diyakini memiliki
    informasi terkait jamu dan pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata serta berbagai
    pihak yang terkait dengan pengembangan pariwisata di Semarang, studi dokumentasi
    dan perpustakaan, dan data yang dikumpulkan kemudian dilakukan verifikasi dan
    interprestasi dengan mencocokannya dengan teori-teori yang dibangun.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan daya tarik wisata jamu
    yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun dunia usaha masih bermotifkan misi
    sosial, yaitu pengenalan dan pendidikan kepada masyarakat terhadap jamu, dan bagi
    dunia usaha pada khususnya ditujukan sebagai bagian dari hubungan masyarakat,
    yakni sarana membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha jamu,
    namun di sebagian daya tarik wisata jamu lain, sudah mulai ada usaha untuk dapat
    mengarahkan daya tarik menjadi usaha komersial.

    Oleh karena manfaat ekonominya belum begitu menonjol dibandingkan dengan
    manfaat sosial dan budayanya, maka keberadaan daya tarik wisata jamu belum
    mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

    Selain itu, kesinergian diantara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam
    pengembangan daya tarik wisata jamu belum terjalin secara utuh. Masing-masing
    pihak belum memainkan perannya secara optimal dalam sinergi. Oleh karena itu
    hasil penelitian ini merekomendasikan suatu bentuk kelembagaan yang permanen
    yang dapat memayungi sinergi diantara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi