<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60966">
 <titleInfo>
  <title>Kesinergian pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di Semarang, Jawa Tengah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heri Hermawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Universitas Padjadjaran</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxi, 370 hlm.; ill.: 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini adalah penelitian kajian budaya (pariwisata) yang membahas &#13;
tentang pengembangan jamu sebagai daya tarik wisata budaya di Semarang-Jawa &#13;
tengah. Sebagaimana diketahui, Semarang merupakan salah satu wilayah di &#13;
Indonesia yang sejak lama memiliki banyak dunia usaha jamu mulai dari dunia usaha &#13;
berskala kecil dan rumah tangga, menengah, hingga berskala besar. Dalam &#13;
perkembangannya, setelah sukses memproduksi dan memasarkan jamu sebagai &#13;
produk perawatan kesehatan, pengobatan dan kecantikan, beberapa dunia usaha jamu &#13;
mulai mengembangkan jamu sebagai daya tarik wisata melalui pendirian obyek &#13;
wisata museum, agrowisata, taman dan sebagainya, termasuk masyarakat yang telah &#13;
mengembangkan desa wisata berbasis jamu. Untuk dapat mengembangan jamu &#13;
sebagai daya tarik wisata budaya, maka dibutuhkan kesinergian antara pemerintah, &#13;
dunia dan masyarakat melalui optimalisasi perannya masing-masing didalam sebuah &#13;
bentuk kelembagaan yang permanen. &#13;
&#13;
Disertasi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana metode &#13;
pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi lapangan dan melakukan &#13;
wawancara secara mendalam pada berbagai sumber yang diyakini memiliki &#13;
informasi terkait jamu dan pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata serta berbagai &#13;
pihak yang terkait dengan pengembangan pariwisata di Semarang, studi dokumentasi &#13;
dan perpustakaan, dan data yang dikumpulkan kemudian dilakukan verifikasi dan &#13;
interprestasi dengan mencocokannya dengan teori-teori yang dibangun. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan daya tarik wisata jamu &#13;
yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun dunia usaha masih bermotifkan misi &#13;
sosial, yaitu pengenalan dan pendidikan kepada masyarakat terhadap jamu, dan bagi &#13;
dunia usaha pada khususnya ditujukan sebagai bagian dari hubungan masyarakat, &#13;
yakni sarana membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha jamu, &#13;
namun di sebagian daya tarik wisata jamu lain, sudah mulai ada usaha untuk dapat &#13;
mengarahkan daya tarik menjadi usaha komersial. &#13;
&#13;
Oleh karena manfaat ekonominya belum begitu menonjol dibandingkan dengan &#13;
manfaat sosial dan budayanya, maka keberadaan daya tarik wisata jamu belum &#13;
mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. &#13;
&#13;
Selain itu, kesinergian diantara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam &#13;
pengembangan daya tarik wisata jamu belum terjalin secara utuh. Masing-masing &#13;
pihak belum memainkan perannya secara optimal dalam sinergi. Oleh karena itu &#13;
hasil penelitian ini merekomendasikan suatu bentuk kelembagaan yang permanen &#13;
yang dapat memayungi sinergi diantara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Heri Hermawan</note>
 <subject authority="">
  <topic>jamu, budaya asli Indonesia, budaya Jawa, wisata b</topic>
 </subject>
 <classification>910.259 826</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>910.259 826 Her k/R.18.47.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007567</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference kls.900)</sublocation>
    <shelfLocator>910.259 826 Her k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60966</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 15:17:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-16 10:58:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>