Detail Cantuman

Image of POLITIK IDENTITAS PASCA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI SEBUAH KABUPATEN DI KALIMANTAN TIMUR

Text  

POLITIK IDENTITAS PASCA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI SEBUAH KABUPATEN DI KALIMANTAN TIMUR


Politik identitas dalam Pilkada menjadi persoalan yang disikapi secara
serius oleh pemerintah. Persoalan terkait dengan politik identitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007566324.959 838 Mis pPerpustakaan Pusat (Reference kls.300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    324.959 838 Mis p/R.17.267.1
    Penerbit FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITK : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 213 hlm.; ill.: 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    324.959 838
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Politik identitas dalam Pilkada menjadi persoalan yang disikapi secara
    serius oleh pemerintah. Persoalan terkait dengan politik identitas juga dapat dilihat
    dari penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten XX tahun 2011. Persaingan dan
    rivalitas yang muncul sebagai akibat dari isu-isu politik yang dilemparkan oleh
    elite-elite lokal dianggap sudah terlalu bias dan terlalu jauh masuk kepada ranah
    rivalitas politik pasca Pilkada. Atas dasar masalah itu, maka penelitian ini
    dilakukan untuk menganalisis politik identitas pasca pemilihan kepala daerah
    tahun 2011 di Kabupaten XX.

    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana sumber data terdiri
    dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan
    observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian literatur. Informan
    penelitian terdiri dari pasangan kepala daerah, pimpinan partai politik di
    Kabupaten XX pendukung pasangan calon kepala daerah, tokoh masyarakat dan
    adat, serta aparat birokrasi.

    Munculnya politik identitas pasca Pilkada Kabupaten XX di tahun 2011
    dapat dilihat dari adanya partisipasi individual, terdapatnya faktor budaya dan
    psikologis seseorang yang kemudian mendorong adanya partisipasi, serta
    munculnya proses dialog internal dan interaksi sosial antara calon kepala daerah
    dan tim sukses dengan kelompok masyarakat identitas tertentu. Namun demikian
    ada indikator lain yang juga turut menentukan adanya politik identitas, yaitu
    adanya faktor sosiologis.

    Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa politik
    identitas tidak hanya berimplikasi pada Pilkada, namunjuga pasca Pilkada. Politik
    identitas mendorong adanya partisipasi individual dalam proses Pilkada dan pas ea
    Pilkada. Faktor budaya dan psikologis juga muncul sebagai indikasi dari adanya
    politik identitas pasca Pilkada, dimana dari kedua faktor ini ada hubungan yang
    saling mengikat antara yang berkampanye dengan calon pemilih. Begitupun
    dengan proses dialog internal dan interaksi sosial yang terbangun pasca Pilkada,
    mampu membentuk suatu identitas. Terkait dengan temuan terbaru, faktor
    sosiologis juga mendorong adanya partisipasi dan hubungan timbal balik antara
    masyarakat dengan kepala daerah terpilih.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi