Detail Cantuman

Image of Konstruksi kecantikan melalui penanda metawacana dan metafungsi dalam iklan produk kosmetika Indonesia berbahasa Inggris : analisis Multimodal

Text  

Konstruksi kecantikan melalui penanda metawacana dan metafungsi dalam iklan produk kosmetika Indonesia berbahasa Inggris : analisis Multimodal


Penelitian ini berjudul "Konstruksi Kecantikan melalui Penanda
Metawacana dan Metafungsi dalam Iklan Produk Kosmetika Indonesia

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007570401.41 Iis kPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    401.41 Iis k/R.18.19.4
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 302 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    401.41
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul "Konstruksi Kecantikan melalui Penanda
    Metawacana dan Metafungsi dalam Iklan Produk Kosmetika Indonesia
    Berbahasa Inggris : Sebuah Analisis Multimodal". Secara garis besar, studi
    ini dilakukan untuk menjelaskan nilai kultur kecantikan yang terdapat dalam
    iklan cetak produk kosmetika Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris
    dan diunggah di media sosial. Menjadi hal yang menarik karena penelitian
    ini menjelaskan bagaimana bahasa khususnya penanda metawacana dalam
    teks multisemiotik seperti iklan cetak bekerja untuk membuat makna terpadu
    melalui penanda verbal/linguistik dan penanda visual dan hubungan antar
    keduanya.

    Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode Analisis
    Semiotik Multimodal (Systemic Functional Approach to Multimodal
    Discourse Analysis) dengan menggunakan teori Multimodal Discourse
    Analysis oleh Sinar (2011) yang mengadopsi teori analisis kombinasi
    semiotika O'Halloran (2004), untuk menganalisis struktur iklan, model yang
    digunakan adalah teori Generic Structure Potential of a Print Advertisement
    oleh Cheong (2004). Sementara itu, elemen verbal berupa penanda
    metawacana dalam ikla dianalisis dengan menggunakan teori analisi
    metadiscourse Hyland (2001). Elemen visual dalam iklan kosmetik
    Indonesia dianalisis dengan menggunakan teori m tafungsi tanda visual
    Kress dan Van Leuween (2006), dan hubungan semantik intersemiotik tanda
    linguistik dan tanda visual dilakukan dengan teori Intersemiotics Relation
    oleh O'Halloran (2004) serta teori tipologi kecantikan oleh Abdullah (2006).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lead dan Emblem merupakan
    elemen wajib yang pasti ditemukan dalam iklan produk kosmetika Indonesia,
    sementara elemen yang lainnya merupakan elemen opsional. Penanda
    metawacana yang ditemukan dalam elemen verbal/linguistik pada masing­
    masing iklan pada umumnya didominasi oleh penanda metawacana
    interpersonal. Penanda interpersonal yang ditemukan didominasi oleh
    penanda metawacana empatik berupa nomina dan adjektiva. Hubungan logis
    atau Inter-semiotic Logical Relations yang dibentuk oleh tanda
    verbal/linguistik dan tanda visual pada delapan iklan produk kosmetika
    Indonesia berbahasa Inggris ini meliputi Intersemiotic Comparative Relation
    Additive Relation dan Consequential Relation. Konstruksi kecantikan yang
    dibentuk oleh iklan produk kosmetik Indonesia melalui penanda rnetawacana
    sebagai tanda verballlinguistik dan tanda visualnya membentuk lima jenis
    kecantikan yaitu: Kecantikan "Ramah Lingkungan" (The Green Beauty),
    Kecantikan Sehat (Healthy Beauty), dan Kecantikan Religius (Religious
    Beauty), Kecantikan Estetis (Aesthetic Beauty), Kecantikan Modem (Modern
    Beauty). Metode dan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian
    lebih lanjut dalam bidang bahasa dan periklanan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi