<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60959">
 <titleInfo>
  <title>Konstruksi kecantikan melalui penanda metawacana dan metafungsi dalam iklan produk kosmetika Indonesia berbahasa Inggris :</title>
  <subTitle>analisis Multimodal</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iis Kurnia Nurhayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Budaya Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 302 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul &quot;Konstruksi Kecantikan melalui Penanda &#13;
Metawacana dan Metafungsi dalam Iklan Produk Kosmetika Indonesia &#13;
Berbahasa Inggris : Sebuah Analisis Multimodal&quot;. Secara garis besar, studi &#13;
ini dilakukan untuk menjelaskan nilai kultur kecantikan yang terdapat dalam &#13;
iklan cetak produk kosmetika Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris &#13;
dan diunggah di media sosial. Menjadi hal yang menarik karena penelitian &#13;
ini menjelaskan bagaimana bahasa khususnya penanda metawacana dalam &#13;
teks multisemiotik seperti iklan cetak bekerja untuk membuat makna terpadu &#13;
melalui penanda verbal/linguistik dan penanda visual dan hubungan antar &#13;
keduanya. &#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode Analisis &#13;
Semiotik Multimodal (Systemic Functional Approach to Multimodal &#13;
Discourse Analysis) dengan menggunakan teori Multimodal Discourse &#13;
Analysis oleh Sinar (2011) yang mengadopsi teori analisis kombinasi &#13;
semiotika O'Halloran (2004), untuk menganalisis struktur iklan, model yang &#13;
digunakan adalah teori Generic Structure Potential of a Print Advertisement &#13;
oleh Cheong (2004). Sementara itu, elemen verbal berupa penanda &#13;
metawacana dalam ikla dianalisis dengan menggunakan teori analisi &#13;
metadiscourse Hyland (2001). Elemen visual dalam iklan kosmetik &#13;
Indonesia dianalisis dengan menggunakan teori m tafungsi tanda visual &#13;
Kress dan Van Leuween (2006), dan hubungan semantik intersemiotik tanda &#13;
linguistik dan tanda visual dilakukan dengan teori Intersemiotics Relation &#13;
oleh O'Halloran (2004) serta teori tipologi kecantikan oleh Abdullah (2006). &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lead dan Emblem merupakan &#13;
elemen wajib yang pasti ditemukan dalam iklan produk kosmetika Indonesia, &#13;
sementara elemen yang lainnya merupakan elemen opsional. Penanda &#13;
metawacana yang ditemukan dalam elemen verbal/linguistik pada masing­ &#13;
masing iklan pada umumnya didominasi oleh penanda metawacana &#13;
interpersonal. Penanda interpersonal yang ditemukan didominasi oleh &#13;
penanda metawacana empatik berupa nomina dan adjektiva. Hubungan logis &#13;
atau Inter-semiotic Logical Relations yang dibentuk oleh tanda &#13;
verbal/linguistik dan tanda visual pada delapan iklan produk kosmetika &#13;
Indonesia berbahasa Inggris ini meliputi Intersemiotic Comparative Relation &#13;
Additive Relation dan Consequential Relation. Konstruksi kecantikan yang &#13;
dibentuk oleh iklan produk kosmetik Indonesia melalui penanda rnetawacana &#13;
sebagai tanda verballlinguistik dan tanda visualnya membentuk lima jenis &#13;
kecantikan yaitu: Kecantikan &quot;Ramah Lingkungan&quot; (The Green Beauty), &#13;
Kecantikan Sehat (Healthy Beauty), dan Kecantikan Religius (Religious &#13;
Beauty), Kecantikan Estetis (Aesthetic Beauty), Kecantikan Modem (Modern &#13;
Beauty). Metode dan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian &#13;
lebih lanjut dalam bidang bahasa dan periklanan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Iis Kurnia Nurhayati</note>
 <subject authority="">
  <topic>Semiotika</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Konstruksi kecantikan, penanda metawacana, metafun</topic>
 </subject>
 <classification>401.41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>401.41 Iis k/R.18.19.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007570</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)</sublocation>
    <shelfLocator>401.41 Iis k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60959</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 15:06:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-15 08:49:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>