<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60957">
 <titleInfo>
  <title>Rivalitas Senjata Nuklir India-Pakistan Terhadap Keamanan Kawasan Asia Selatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mansur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi, 191 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hubungan -India-Pakistan merupakan contoh rivalitas nuklir yang terjadi di &#13;
dunia, di mana senjata nuklir dapat memperparah atau mengurangi permusuhan. &#13;
Baik India dan Pakistan telah mengadopsipemikiran strategis yang cenderung &#13;
tidak konsisten, yang membuat mereka rentan terhadap ekspansi yang tidak perlu. &#13;
Penelitian ini mengungkap bahwa India telah mulai memperluas kesenjangan &#13;
politik di antara mereka terlebih dahulu. &#13;
&#13;
Strategi nuklir India didasarkan pada prinsip pengekangan, dan meski tidak &#13;
menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), kebijakannya sangat &#13;
sesuai dengan ketentuan utama NPT yang berlaku untuk negara-negara senjata &#13;
nuklir. Doktrin nuklir yang dinyatakan di India pada tahun 2003, yang didasarkan &#13;
pada prinsip-prinsip seperti pencegahan minimum yang kredibel, No-First-Use &#13;
(NFU), penggunaa nuklir untuk non-senjata, tetap menjadi perhatian sampai saat &#13;
ini. Meskipun demikian, Pemerintah India belum menunjukkan indikasi bahwa &#13;
mereka mencoba menyimpang dari norma-norma yang berlaku. India masih &#13;
bertanggungjawab atas kepemilikan nukimya. &#13;
&#13;
Pakistan, di sisi lain, terus memperluas kapasitas persenjataan nuklirnya. &#13;
&#13;
Perluasan ini akan berlangsung terlepas dari kebijakan atau postur India. Strategi &#13;
militer agresif Pakistan yang dikombinasikan dengan senjata nuklir yang meluas &#13;
harus menjadi perhatian yang mendalam bagi seluruh dunia, tidak hanya untuk &#13;
India. Pakistan menolak untuk mengadopsi kebijakan NFU, Pakistan merasa &#13;
terpanggil untuk menyeimbangi kekuatan india secara rasional. &#13;
&#13;
Penelitian 1111 menggunakan metode kualitatif, dimana hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa rivalitas kedua negara adalah akibat dari kompetisi masing­ &#13;
masing pihak terhadap berbagai hal seperti perebutan wilayah, rakyat, pengaruh di &#13;
kawasan dan lain-lain. Faktor psikologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan &#13;
dari perilaku politik masing-masing negara. Meskipun secara angka kapabilitas &#13;
kedua negara sebenamya tidak simetris, tetapi masing-masing pihak menyadari &#13;
ada kekuatan besar dibelakang mereka. Di sisi lain, keunggulan persenjataan &#13;
nuklir bagi mereka adalah untuk menjembatani kepentingan dan kehormatan &#13;
masing-masing negara di mata dunia.</note>
 <note type="statement of responsibility">Mansur</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hubungan Internasional</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Rivalitas, Senjata nuklir, India-Pakistan, Stabili</topic>
 </subject>
 <classification>327</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>327 Man r/R.17.269.9</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007569</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)</sublocation>
    <shelfLocator>327 Man r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60957</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 15:02:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-16 10:59:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>