Detail Cantuman

Image of IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT

Text  

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT


Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan
Anak di Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat masih ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007560364.155 5459824 Rah iPerpustakaan Pusat (Reference kls.300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    364.155 5459824 Rah i/R.17.501.7
    Penerbit FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 360 hlm.; ill.: 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    364.155 5459824
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan
    Anak di Provinsi Jawa Barat

    Provinsi Jawa Barat masih dinyatakan sebagai wilayah yang rentan terhadap
    kasus korban perdagangan anak dan bahkan menjadi salah satu daerah pengirim
    terbesar korban perdagangan anak di Indonesia. Besaran jumlah kasus setiap
    tahunnya meningkat cukup signifikan, akan tetapi jumlah korban perdagangan anak
    yang mampu ditangani oleh Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Korban
    Perdagangan Orang, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi Jawa
    Barat, masih rendah dari keadaan yang sebenarnya.

    Tujuan penelitian adalah menganalisis penyebab implementasi kebijakan
    pencegahan dan penanganan korban perdagangan anak di Provinsi Jawa Barat tidak
    berhasil menurut konsep implementasi kebijakan publik yang terdiri atas konten
    kebijakan dan konteks kebijakan.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode
    studi kasus. Tekhnik pengurnpulan data menggunakan observasi partisipan,
    wawancara mendalam, dan studi literatur. Untuk menilai validitas dan reliabilitas
    hasil penelitian maka peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu peneliti
    melakukan pemeriksaan data hasil penelitian yang diperoleh dari hasil observasi
    partisipan, wawancara mendalam dengan informan penelitian.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pencegahan dan
    penanganan korban perdagangan anak belum efektif karena konten kebijakan dan
    konteks kebijakan. Dari sisi konten kebijakan, belum terdapatnya perubahan yang
    diharapkan dengan digulirkan kebijakan tersebut, pengambil keputusan belum efektif
    menjalin kerjasama, komunikasi, dan koordinasi dengan keanggotaan Gugus Tugas
    Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang, Kekerasan terhadap
    Perempuan dan Anak di Provinsi Jawa Barat, implementor kebijakan belurn efektif
    dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, serta komitmen dan dukungan
    sumber daya yang masih rendah. Dari sisi konteks kebijakan, terdapatnya penggunaan
    kekuasaan dan kepentingan politik dari aktor yang terlibat, kepatuhan dan respon dari
    para pelaksana yang masih berbeda, dan institusi serta karakter rezim yang berkuasa
    masih syarat dengan kepentingan politik.

    Dari hasil penelitian ini diperoleh pemahaman konsep baru bahwa
    keberhasilan implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan korban
    perdagangan anak, ditentukan oleh konten kebijakan dan konteks kebijakan. Faktor
    penentu lainnya adalah sinergitas kerjasama, komunikasi, dan koordinasi, struktur
    birokrasi dan keterpaduan hirarki, kejelasan, konsistensi tujuan dan dukungan dari
    pejabat, kecendrungan atau tingkah laku pelaksana kebijakan Gugus Tugas
    Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang, Kekerasan terhadap
    Perempuan dan Anak di Provinsi Jawa Barat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi