Detail Cantuman

Image of PROSES KONSOLIDASI DEMOKRASI PADA NAGARI DI SUMATERA BARAT

Text  

PROSES KONSOLIDASI DEMOKRASI PADA NAGARI DI SUMATERA BARAT


PROSES KONSOLIDASI DEMOKRASI PADA NAGARI DI SUMATERA
BARAT

Abstrak

Latar belakang permasalahan penelitian ini ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007553320.598 13 Ten pPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320.598 13 Ten p/R.17.263.1
    Penerbit Pasca Sarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 381 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320.598 13
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PROSES KONSOLIDASI DEMOKRASI PADA NAGARI DI SUMATERA
    BARAT

    Abstrak

    Latar belakang permasalahan penelitian ini berangkat dari sebuah "celah kosong"
    yang belum dianalisis oleh beberapa peneliti terkait dengan konsolidasi demokrasi
    yaitu proses konsolidasi demokrasi temyata membutuhkan habitus, norma-norma,
    budaya, kelembagaan serta intermediasi negara dengan masyarakat lokal yang
    tercemin dalam bentuk kebijakan. Pertanyaan kunci pada penelitian ini diarahkan
    pada bagaimana proses konsolidasi demokrasi yang terjadi pad a Nagari di
    Sumatera Barat? Tujuan dari penelitian ini adalah; (i) Mengkaji dan menganalisis
    bagaimana dinamika politik lokal berproses dalam konsolidasi demokrasi pad a
    Nagari, serta analisis hubungan pusat-daerah yang dibingkai oleh negara dalam
    bentuk intervensi pad a pemerintahan Nagari di Sumatera Barat (sejak periode
    tahun 1979 sampai dengan tahun 2015), yang dilihat dari polarisasi kekuasaan,
    potensi konflik yang menyertainya, serta kultur lokal yang ada di Nagari; (ii)
    mengkaji dan menganalisis peran neoinstitusionalisme sosiologis di lihat
    berdasarkan jaringan politik kultural yang membentuk aliansi politik pada
    lembaga-Iembaga Nagari ketika berproses dalam konsolidasi demokrasi lokal; dan
    (iii) mengkaji dan menganalisis pe ran neoinstitusionalisme historis (kebijakan
    politik yang dibuat pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan- pemerintah
    kabupaten), ketika menjadi bagian dari proses konsolidasi demokrasi lokal.
    Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah post positive eksploratif, Lokasi
    penelitian ini difokuskan pada karakteristik Nagari berdasarkan pada wilayah atau
    luhak, dan Rantau. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara
    purposive dan snowball. Hasil dari penelitian ini adalah ada tiga tahap terjadinya
    proses konsolidasi pada Nagari di Sumatera Barat. Tahap pertama merupakan
    proses pembentukan sebuah ide dasar dari demokrasi, tumbuhnya pola-pola dan
    dinamika demokrasi tradisional yang dilambangkan dengan musyawarah dalam
    pencapaian keputusan serta pembagian kekuasaan. Tahap kedua, merupakan
    permulaan Nagari berada di bawah intervensi negara (baca: pemerintah pusat)
    pada rezim Orde Baru (1979-1998)). Tahapan yang ketiga yaitu kembali "ber­
    Nagari" di lakukan guna menghindari pseudo Nagari (2000-20 I 5).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi