<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60938">
 <titleInfo>
  <title>Gamelan perang di Bali (Abad ke-10 sampai abad ke 21)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendra Santosa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Budaya Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv, 511 hlm. ; ill.; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Judul Disertasi &#13;
&#13;
Subjek &#13;
&#13;
GAMELAN PERANG DI BALl (ABAD KE-10 SAMPAI &#13;
AWAL ABAD KE-21) &#13;
&#13;
1. Sejarah &#13;
&#13;
2. Bali &#13;
&#13;
3. Gamelan &#13;
&#13;
4. Perang &#13;
&#13;
Abstrak &#13;
&#13;
Disertasi ini berisi kajian tentang gamelan perang di Bali, abad ke-IO sampai &#13;
awal abad ke-21. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: pertama &#13;
bagaimana asal-usul gamelan perang di Bali, kedua mengapa terjadi perubahan nama &#13;
dari mredangga, bedug, dan kemudian menjadi tambur, ketiga apakah instrumentasi &#13;
gamelan Mredangga sama dengan instrumentasi gamelan Bheri, dan keempat bagaimana &#13;
proses perjalanan gamelan Banjuran menjadi Adi Merdangga. &#13;
&#13;
Metode yang dipergunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang &#13;
dilakukan dengan empat tahapan kerja yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan &#13;
historiografi. Untuk menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi, antara lain &#13;
menggunakan teori perubahan perubahan yang dicetuskan oleh Claire Holt dimana &#13;
perubahan dipicu oleh faktor eksternal. Selanjutnya perubahan dari John E. Keamer &#13;
yang menyebutkan bahwa inovasi bisa berasal dari salah seorang anggota kelompok &#13;
masyarakat yang bersangkutan (atau senimannya), maka dengan demikian konsep &#13;
perubahan taksu dan jengah pada masyarakat Bali diterapkan dalam membedah &#13;
perubahan yang terjadi pada gamelan perang. Untuk melihat perkembangan dan &#13;
penyebarannya dipergunakan teori dari Bourdieu tentang habitus dimana kebiasaan &#13;
merupakan pusat tindakan. praktik-praktik merupakan kegiatan reflektif dan produktif. &#13;
&#13;
Perkembangan gamelan perang di Bali tidak terlepas dari tonggak-tonggak &#13;
peristiwa sejarah di Bali. Gamelan Perang di Bali pada dewasa ini ada yang dibawa &#13;
dari luar dan ada yang berkembang asli dari Bali sendiri. Mredangga adalah instrumen &#13;
ataupun gamelan yang dibawa dari luar Bali dan memang berfungsi sebagai gamelan &#13;
untuk memberikan semangat dalam peperangan, kemudian berkembang menjadi &#13;
Bedug, Tambur, dan terakhir menjadi gamelan Ketug Bumi. Sedangkan gameJan &#13;
perang asli dari Bali adalah abanjuran atau banjuran, ganjuran, kalaganjur, &#13;
balaganjur dan kemudian berkembang menjadi Adi Merdangga. Tidak satupun kata &#13;
balaganjur tersurat dalam naskah-naskah kuna, dan dipergunakan dalam peperangan, &#13;
namum dari berbagai tulisan seniman dan cendikiawan karawitan Bali yang &#13;
mengartikan bahwa balaganjur adalah gamelan yang dipergunakan untuk mengiringi &#13;
tentara yang sedang berbaris, maka dimasukanlah balaganjur ke dalam gamelan &#13;
perang. Perkembangan gamelan perang di Bali pada awal abad 21 ini tentunya &#13;
dihadapkan pada persoalan nilai-nilai filsafat, etika, estetika, dan teknik berkesenian &#13;
dalam hubungannya dengan permasalahan sosial, budaya, pariwisata, dan agama. &#13;
Maka gamelan perang telah menjelma menjadi gamelan dengan nuansa yang barn.</note>
 <note type="statement of responsibility">Hendra Santosa</note>
 <subject authority="">
  <topic>sejarah gamelan perang di bali</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GAMELAN PERANG DI BALl (ABAD KE-10 SAMPAI  AWAL AB</topic>
 </subject>
 <classification>900.598 62</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>900.598 62 Hen g/R.18.45.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007552</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)</sublocation>
    <shelfLocator>900.598 62 Hen g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60938</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 14:26:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-16 10:45:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>