<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60892">
 <titleInfo>
  <title>Peran kerjasama sipil militer dalam mengantisipasi pelanggaran wilayah udara Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Efrizal Syah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii, 99 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis ini membahas peran kerjasama sipil militer dalam mengantisipasi &#13;
pelanggaran wilayah udara Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian &#13;
kualitatif dengan deskriptif analitis. Adanya perbedaan kepentingan antara &#13;
institusi sipil dan militer dimana institusi sipil lebih berorientasi terhadap bisnis &#13;
transportasi udara yang berdampak terhadap perekonomian global, sedangkan &#13;
institusi militer lebih mengedepankan kepentingan negara sesuai tugas pokoknya &#13;
yaitu menjaga kedaulatan negara di wilayah udara nasional. Dalam kerangka &#13;
keamanan nasional seharusnya kedua kepentingan terse but dapat bersinergi dalam &#13;
rangka mencapai kepentingan nasional yang lebih besar. N amun kenyataannya, &#13;
kepentingan sipil dan militer dalam ruang udara seringkali berbenturan, sehingga &#13;
berdampak terhadap kemampuan sistem pertahanan udara nasional. Dalam &#13;
kerangka inilah diperlukan pemberdayaan kapasitas nasional yang berkaitan &#13;
dengan system penerbangan sipil nasional beserta infrastruktumya agar dapat &#13;
terintegrasi dengan system pertahanan udara yang dikelola oleh TNI. Pada &#13;
perkembangannya, dalam beberapa tahun terakhir telah ada kemajuan kerjasama &#13;
sipil militer dalam pengelolaan pertahanan udara melalui mekanisme penyatuan &#13;
data radar sipil dan militer serta mekanisme perizinan pesawat yang melintasi &#13;
ruang udara nasional. N amun demikian landasan hukum dan mekanisme &#13;
kerjasama yang dilakukan masih bersifat parsial sesuai dengan kepentingan &#13;
masing-masing institusi sehingga kerjasama tersebut masih membutuhkan payung &#13;
hukum yang lebih mengikat terkait komitmen dan action dari hasil perjanjian &#13;
tersebut. Indonesia telah melakukan kerjasama sipil-militer dalam pengelolaan &#13;
pertahanan udara nasional yang melibatkan beberapa institusi sipil dan militer. &#13;
Hasil penelitian menjelaskan bahwa kerjasama sipil militer dalam mengantisipasi &#13;
pelanggaran wilayah udara nasional telah dilaksanakan dengan kondisi kebijakan &#13;
yang belum menyentuh aspek pengelolaan ruang udara secara utuh , kebijakan &#13;
nasional yang masih terlalu umum dan kurangnya singkronisasi antar kebijakan &#13;
dan ketidakselarasan kebijakan dan implementasinya. Sedangkan aspek pola &#13;
kerjasama kondisinya masih parsial, tidak integrative dan bersifat bottom up serta &#13;
kondisi sumber daya yang masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan kondisi &#13;
tersebut, perlu diupayakan percepatan pengesahan Rancangan Peraturan &#13;
Pemerintah tentang Pengamanan Wilayah Udara. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Efrizal Syah</note>
 <subject authority="">
  <topic>KerjasamaSipil-Militer, Pelanggaran Wilayah Udara </topic>
 </subject>
 <classification>358.459 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>358.459 8 Efr p/R.17.189.16</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008250</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>358.459 8 Efr p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60892</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-05 16:28:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-02 07:49:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>