Detail Cantuman

Image of Hak pilih TNI pada Pemilu dalam perspektif hubungan sipil-militer di Indonesia

Text  

Hak pilih TNI pada Pemilu dalam perspektif hubungan sipil-militer di Indonesia


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Sipil Militer
di Indonesia, untuk mengetahui kesiapanan INI untuk memiliki hak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008249324.6 Pri hPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300 REF.17.83.8)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    324.6 Pri h/R.17.83.8
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 80 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    324.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Sipil Militer
    di Indonesia, untuk mengetahui kesiapanan INI untuk memiliki hak Pilih dalam
    Pemilu, untuk mengetahui apa yang menjadi kehawatiran dalam konteks stabilitas
    keamananjika TNI memiliki hak pilih.

    Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif
    dengan Pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara
    mendalam dengan informan dari Pihak INI, Kementrian Pertahanan, dan Pengamat
    dari Sipil.

    Hasil penelitian ini didapatkan ; 1) Hubungan Sipil Militer di Indonesia
    sejak Era Orde Lama hingga Reformasi berjalan baik, Saat ini hubungan sipil
    militer di Indonesia TNI menganut sistem Objective civilian control (pengendalian
    sipil objektif) Hal ini dilakukan dengan cara memperbesar profesionalisme militer
    namun tidak sama sekali diminimkan kekuasaannya, melainkan tetap menyediakan
    kekuasaan terbatas tertentu yang hanya berhubungan dengan bidang militer. Dapat
    juga dikatan pola hubungan Sipil Militer di Indonesia saat ini adalah The guardian
    military adalah dim ana militer berfungsi melindungi orde politik dan sosial namun
    tidak melibatkan diri dalam politik praktis. 2) INI dianggap saat ini belum siap
    untuk mendapatkan hak pilih dalam politik, kondisi masyarakat bangsa Indonesia
    belum memiliki kesadaran politik yang tinggi, salah satunya disebabkan dari tingkat
    pendidikan masyarakat yang belum tinggi. Sistem komando terpusat di INI yang
    menjadi kekhawatiran,jika pemimpin di INI memilih salah satu partai akan diikuti
    oleh anggotanya. 3) Ada kekhawatiran dari masyarakat dan pihak INI itu sendiri,
    jika INI memiliki hak pilih, sementara INI adalah perangkat Negara yang
    bersenjata sehingga hal ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Indonesia
    jika terjadi fragmentasi di Tubuh INI karena belum memiliki kedewasaan dalam
    perbedaan pandangan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi