<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60875">
 <titleInfo>
  <title>PERAN TNI AU DALAM PENEGAKKAN HUKUM &#13;
-TERHADAP PELANGGARAN &#13;
KEDAULATAN WILAYAH UDARA &#13;
&#13;
(Studi Kasus Polisi Militer Angkatan U dara &#13;
&#13;
di Lanud Samratuiangi Tabun 2014, Manado) &#13;
&#13;
THE RODE OF THE INDONESIAN AIR FORCE IN LAW &#13;
ENFORCEMENT AGAINST &#13;
&#13;
AIRSPACE SOVEREIGNTY VIOLATIONS &#13;
&#13;
(A Case Study of Air Force Militery Police at &#13;
&#13;
the Samratulangi Air Force Base in 2014, Manado)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>I Nyoman Swardita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 128 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian mengenai latar belakang regulasi pelanggaran pesawat asing &#13;
dalam penyidikan yang dilakukan PPNS sesuai Undang-undang penerbangan no 1 &#13;
tahun 2009 dan sesuai Pasal 1 Konvensi Chicago 1944 yang menentukan bahwa &#13;
&quot;The contracting states recognize that every state has complete and exclusive &#13;
sovereignty over the air space above its territory&quot;, Prinsip dari pasal tersebut bahwa &#13;
setiap negara mempunyai kedaulatan yang utuh (complete) dan penuh (exclusive) &#13;
atas ruang udara di atas wilayahnya menunjukkan wilayah ruang udara setiap &#13;
negara adalah tertutup (the air is closed) dan bukan bebas terbuka (the air is Fee). &#13;
Konsep the air is closed dilandasi pertimbangan keamanan negara (security &#13;
consideration), hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ruang udara bagi &#13;
kepentingan pertahanan dan keamanan suatu negara sangatIah vital, apalagi &#13;
bila ditinjau dari ancaman musuh yang datangnya melalui ruang udara akan sangat &#13;
raw an, sehingga pengawasan dan pengendalian ruang udara perlu diatur &#13;
sedemikian untuk kepentingan pertahanan dan keamanan nasional suatu negara. &#13;
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengadopsi menjadi &#13;
Pasal 5 dengan rurnusan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia berdaulat &#13;
penuh dan ekskIusif atas wilayah udaranya. &#13;
&#13;
Terkait dengan dimilikinya kedaulatan tersebut, maka Pemerintah Republik &#13;
Indonesia berwenang melaksanakan pengaturan ruang udara untuk kepentingan &#13;
pertahanan dan keamanan negara, penerbangan dan ekonomi nasional serta &#13;
keselamatan penerbangan nasional. Untuk menjamin terlaksananya maksud &#13;
tersebut TNI diberi tugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan &#13;
keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah &#13;
Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. &#13;
Pelaksanaan tugas TNI dalam menegakkan kedaulatan di ruang udara nasional &#13;
diberikan kepada TNI Angkatan Udara, selain tugas menegakkan hukum juga &#13;
menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional berdasarkan hukum &#13;
nasional dan hukum intemasional yang telah diratifikasi. Menegakkan hukum dan &#13;
menjaga keamanan udara dimaksud merupakan segala usaha, pekerjaan dan &#13;
kegiatan untuk menjamin terciptanya kondisi wilayah udara yang aman serta bebas &#13;
dari ancaman kekerasan, ancaman navigasi, serta pelanggaran hukum di wilayah &#13;
udara nasional. Dengan demikian pelaksanaan tugas tersebut harus didasari hukum &#13;
berupa pengaturan kewenangan penyidikan terhadap tindak pidana penerbangan &#13;
yang beraspek pertahanan negara yang dikategorikan sebagai pelanggaran wilayah &#13;
udara yurisdiksi nasional. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">I Nyoman Swardita</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penegakkan Hukum, Pelanggaran Wilayah, Kedaulatan.</topic>
 </subject>
 <classification>358.459 842 41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>358.459 842 41 Nyo p/R.17.189.26</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008233</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>358.459 842 41 Nyo p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60875</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-05 15:27:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-02 14:28:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>