Text
Pengaruh akupresur sebagai terapi adjuvan terhadap intensitas nyeri post operasi mayor pada anak usia prasekolah diruang bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Pembedahan merupakan salah satu tindakan invasif yang sering dilakukan
pada anak di rumah sakit. Salah satu keluhan yang sering dirasakan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008230 610 Min p Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 600) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610 Min p/R.22.143.1Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xiii, 94 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab MINIHARIANTI -
Pembedahan merupakan salah satu tindakan invasif yang sering dilakukan
pada anak di rumah sakit. Salah satu keluhan yang sering dirasakan setelah post
operasi mayor adalah nyeri. Manajemen nyeri menjadi prioritas utama bagi semua
tenaga kesehatan karena nyeri yang tidak tertangani pada anak akan menimbulkan
dampak yang buruk terhadap aspek fisiologi, psikologi, dan perilaku pada anak.
Strategi penatalaksanaan nyeri post operasi mayor pada anak tidak terlepas dari
terapi fannakologi dan non farmakologi. Akupresur salah satu intervensi secara
non fannakologi untuk mengurangi nyeri pada anak.Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh akupresur sebagai terapi adjuvan terhadap intensitas nyeri
post operasi mayor pada anak usia prasekolah di RSUP DR. Hasan Sadikin
Bandung.
Pene1itian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan
control-group pretest and posttest design. Sampel diambil dengan consecutive
sampling. Jumlah sampel yaitu 30 anak usia prasekolah dengan post operasi mayor
yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok intervensi 15
orang yaitu mendapatkan farmakologi dan akupresur pada titik Li4 selama 15
menit selama 3 hari. Kelompok kontrol 15 orang mendapatkan terapi farmakologi
se lama 3 hari. Pengukuran nyeri pre-test dilakukan pada hari pertama dan nyeri
post-test dilakukan pada hari ke ketiga dengan menggunakan instrument FLACC.
Data di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney.
Hasi\ peneiitian menunjukkan perbedaan rerata penurunan nyeri kelornpok
intervensi berdasarkan nilai mean yaitu 2,80 ± 0,56 dan kelompok kontrol 1,93 ±
0,46. Terdapat perbedaan yang bermakna intesitas nyeri antara kelornpok kontrol
dan kelompok intervensi yaitu p value = 0,001 (p value -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






