Detail Cantuman

Image of KAJIAN RANCANGAN BLOK PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG LALANG DI KABUPATEN BELITUNG

Text  

KAJIAN RANCANGAN BLOK PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG LALANG DI KABUPATEN BELITUNG


KAJIAN RANCANGAN BLOK PENGELOLAAN
TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG LALANG
DJ KABUPATEN BELJTUNG

ABSTRAK

Tahura ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008224577.3 Adi kPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    577.3 Adi k/R.25.246.1
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan, : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 201 hlm. ; ill. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    577.3
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KAJIAN RANCANGAN BLOK PENGELOLAAN
    TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG LALANG
    DJ KABUPATEN BELJTUNG

    ABSTRAK

    Tahura Gunung LaIang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
    Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Nomor: 579/MenIhk/Setjen/PLA.2/7 12016
    tanggal 27 JuIi 2016. Namun sampai saat ini, Tahura Gunung Lalang tidak memiliki
    dokumen yang memadai terkait kondisi biofisik serta belum melakukan penataan areal
    ke dalam blok pengeIoIaan. PeneIitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan bIok
    pengelolaan Tahura Gunung Lalang dengan menggunakan metode Analisis Sensitivitas
    Kawasan dan Aktivitas Masyarakat. Metode ini menggunakan teknik overlay peta-peta
    tematik dari data biofisik serta data sosial ekonomi budaya yang dikumpulkan. Selain itu,
    penelitian ini juga akan merumuskan strategi dan arahan pengembangan pada setiap blok
    pengelolaan Tahura Gunung Lalang dengan menggunakan Analisis SWOT. Metode
    penelitian yang digunakan merupakan penggabungan kuantitatif dan kuaIitatif, kemudian
    dianalisis secara deskriptif. HasiI peneIitian menunjukkan bahwa terdapat 3 macam
    rancangan bIok pengeIoIaan di Tahura Gunung Lalang yaitu blok perlindungan (1.249
    Ha), blok pemanfaatan (86,8 Ha), dan bIok rehabilitasi (1.221,88 Ha). Strategi
    pengembangan kawasan Tahura Gunung Lalang yang menjadi prioritas utama bagi
    pengeloIa Tahura nantinya adaIah strategi S-O, yaitu dengan menggunakan seIuruh
    kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peIuang sebesar-besarnya. Strategi-strategi
    tersebut yaitu mengembangkan sarana dan prasarana kepariwisataan, memberikan
    pelatihan dan pembinaan kewirausahaan kepada masyarakat, serta melakukan promosi
    wisata. Bentuk arahan pengembangan pada setiap bIok pengelolaan antara lain: 1) Blok
    Perlindungan, yaitu dengan meIakukan upaya restorasi ekosistem untuk memperbaiki
    kualitas tutupan Iahan; 2) BIok Pemanfaatan, yaitu dengan melakukan pemulihan areaI
    yang rusak akibat penambangan batu dan aktivitas perkebunan Iada, melengkapi sarana
    dan prasarana kepariwisataan, serta melakukan promosi wisata, dan; 3) Blok
    Rehabilitasi, yaitu dengan meIakukan reklamasi dan restorasi ekosistem terhadap seIuruh
    atau pada sebagian areaI bIok.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi