<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60769">
 <titleInfo>
  <title>Kebebasan hakim untuk menentukan status barang bukti perkara tindak pidana kehutanan dalam perspektif sistem peradilan pidana indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Guntur Wibowo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fak. Hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 161 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KEBEBASAN HAKIM UNTUK MENENTUKAN STATUS BARANG &#13;
BUKTI PERKARA TINDAK PIDANA KEHUTANAN DALAM &#13;
PERSPEKTIF SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Ketentuan Pasal 78 ayat (15) UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan &#13;
yang menyatakan &quot;semua hasil hutan dari hasil kejahatan dan pelanggaran dan &#13;
atau alat-alat termasuk alat angkutnya yang dipergunakan untuk melakukan &#13;
kejahatan dan atau pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal ini &#13;
dirampas untuk Negara&quot; tidak konsisten diterapkan oleh Hakim dalam memutus &#13;
status barang bukti perkara tindak pidana kehutanan. Untuk itu, karya ilmiah ini &#13;
bertujuan untuk meneliti sampai sejauh mana hakim memiliki kebebasan untuk &#13;
tidak menerapkan suatu aturan yang sudah jelas tereantum dalam undang-undang &#13;
serta meneliti bagaimana sistem peradilan pidana dapat mentolerir mengenai &#13;
kebebasan hakim tersebut. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam pene1itian ini adalah metode &#13;
pendekatan yuridis normatif, yang mana penelitian dilakukan dengan menerapkan &#13;
asas-asas hukum pada peraturan perundang-undangan yang berlaku ke dalam &#13;
kondisi yang terjadi pada dunia nyata. Spesifikasi penelitian yang digunakan &#13;
adalah deskriptif analisis, yaitu menggambarkan peraturan perundang-undangan &#13;
yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukurn dan praktik pelaksanaan objek &#13;
penelitian. Tahap penelitian dalam karya ilmiah ini dilakukan dengan eara &#13;
penelitian kepustakaan. Analisis dilakukan dengan eara normatif kualitatif &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa mengenai kebebasan hakim &#13;
dalam menentukan status barang bukti perkara tindak pidana kehutanan &#13;
sebenamya sudah dibatasi oleh adanya ketentuan Pasal 78 ayat (15) UU &#13;
Kehutanan, namun karena adanya tujuan hukum yang harus dieapai oleh hakim &#13;
yakni keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum maka hakim dengan berdasar &#13;
pada ketentuan lain yang dapat dioperasionalkan oleh-nya untuk menentukan &#13;
status barang bukti perkara tindak pidana kehutanan dan dengan kebebasan &#13;
hakim-nya dapat menentukan status barang bukti perkara tindak pidana kehutanan &#13;
dengan menyimpangi ketentuan dalam UU Kehutanan namun tetap berdasar pada &#13;
aturan maupun azas hukum yang ada sehingga tidak menimbulkan adanya &#13;
kesewenang-wenangan dan sistem peradilan pidana di Indonesia dapat &#13;
mengakomodir adanya disparitas penentuan status barang bukti perkara tindak &#13;
pidana kehutanan akibat adanya kebebasan hakim karena tujuan dari sistem &#13;
tersebut adalah mewujudkan keadilan, kemanfaatan serta kepastian hukum, &#13;
dimana ketika dibuatkan perbandingan mana yang lebih penting penulis mengikuti &#13;
pendapat ahli-ahli hukum lebih menitik beratkan pada tereapainya keadilan dan &#13;
kemanfaatan dibandingkan dengan kepastian hukum. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Guntur Wibowo</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hukum Pengadilan Pidana</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>KEBEBASAN HAKIM UNTUK MENENTUKAN STATUS BARANG  BU</topic>
 </subject>
 <classification>345.02</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>345.02 Gun k/R.11.77.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008222</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>345.02 Gun k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60769</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-01 16:12:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-14 13:04:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>