Text
Rancangan intervensi untuk meningkatkan kompetensi sosial dalam efektivitas interaksi pada mahasiswa asal papua dan warga Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adanya rnahasiswa-mahasiswa asal
Papua di asrama daerah Bintuni dan warga Yogyakarta di RT04 ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008216 302 Mar r Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302 Mar r./R.19.196.1Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xviii, 206 hlm. ; ill. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Mario Febryan Heimbach -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adanya rnahasiswa-mahasiswa asal
Papua di asrama daerah Bintuni dan warga Yogyakarta di RT04 RW02, Dusun
Tambakbayan yang memiliki hambatan mewujudkan interaksi yang efektif. Hal ini
merupakan indikasi dari adanya hambatan dalam kompetensi sosial (Rose-Krasnor,
1997). Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui gambaran kompetensi sosial
dalam efektivitas interaksi pada kedua pihak dan untuk mengetahui keterampilan
apa di dalam kompetensi sosial yang paling berperan terhadap efektivitas interaksi
pada keduanya. Setelah diketahui gambaran kompetensi sosial dan keterampilan di
dalamnya yang paling berperan terhadap efektivitas interaksi, penelitian ditujukan
untuk menghasilkan rancangan intervensi yang dapat meningkatkan kompetensi
sosial dalam efektivitas interaksi pada mahasiswa asal Papua dan warga
Yogyakarta.
Untuk memenuhi maksud dan tujuan penelitian, metode yang diterapkan adalah
metode kuantitatifyang menggunakan analisis deskriptifberdasarkan kategori dan
analisis multiple regression. Data diambil dengan kuesioner kompetensi sosial dan
efektivitas interaksi yang diberikan pada 47 orang mahasiswa asal Papua penghuni
asrama daerah Bintuni dan 127 warga Yogyakarta di RT04 RW02 Dusun
Tambakbayan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa asal Papua dan
warga Y ogyakarta memiliki kompetensi sosial pada kategori sedang, yang artinya
adalah sebagian besar mahasiswa asal Papua dan warga Y ogyakarta belum cukup
mampu dalam mewujudkan keinginan bersama dengan tetap memelihara keakraban
dengan satu sama lain. Dengan adanya kompetensi sosial yang belum berfungsi
secara optimal pada kedua pihak, potensi munculnya hambatan dalam interaksi
pada keduanya masih dapat terjadi. Pada mahasiswa asal Papua, keterampilan yang
paling berperan terhadap terwujudnya interaksi yang efektif adalah perspective
taking. Pada warga Y ogyakarta, keterampilan yang paling berperan adalah
empathy.
Rancangan intervensi yang dapat meningkatkan kompetensi sosial dalam
efektivitas interaksi pada kedua pihak adalah intervensi yang menerapkan prinsip
experiential learning dan metode role play. Intervensi dibagi ke dalam dua tahap.
Tahap pertama ditujukan pada mahasiswa asal Papua dan warga Y ogyakarta secara
terpisah agar mereka dapat mempelajari pengetahuan dan pemahaman yang mereka
butuhkan dalam meningkatkan keterampilan perspective taking dan empathy.
Tahap kedua ditujukan untuk keduanya sebagai satu kelompok peserta untuk
menerapkan hasil belajar dari tahap pertama ke dalam adegan role play yang
mencerminkan situasi sehari-hari. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






