<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60702">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA CART KONVENSIONAL, BAGGING DAN RANDOM FOREST PADA KLASIFIKASI OBJEK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YOGO ARYO JATMIKO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>FMIPA Pascasarjana UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 113 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan yang selalu dihadapi negara berkembang seperti Indonesia &#13;
adalah tingginya angka pengangguran akibat terbatasnya kesempatan kerja. &#13;
Tingginya angka pengangguran mengakibatkan partisipasi masyarakat dalam &#13;
pertumbuhan ekonomi menjadi rendah yang berdampak pada pembangunan &#13;
nasional. Sektor informal dapat menjadi katup pengaman dalam mengatasi &#13;
masalah ketenagakerjaan. Sektor informal sering dipandang sebagai sektor &#13;
transisi dari tenaga kerja sektor pertanian di desa ke sektor industri di kota. &#13;
Namun, kenyataannya sektor informal bukan menjadi sektor transisi, tetapi &#13;
menjadi sektor yang dituju oleh pencari kerja dari sektor tradisional (pertanian) &#13;
dimana sektor informal dianggap sebagai sumber kesempatan kerja dan &#13;
pendapatan yang permanen. Untuk melihat fenomena pekerja sektor informal &#13;
yang tinggi di Provinsi Papua dan pekerja sektor informal yang rendah di Provinsi &#13;
DKI Jakarta, teknik pengklasifikasian menjadi penting sebagai tolok ukur evaluasi &#13;
dan penarikan kesimpulan permasalahan terkait pekerja sektor informal sehingga &#13;
kebijakan yang diambil oleh pemerintah dapat tepat sasaran. Metode klasifikasi &#13;
dapat dibagi menjadi metode parametrik yang memerlukan berbagai asumsi serta &#13;
metode nonparametrik yang terlepas dari berbagai asumsi. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode klasifikasi Classification and Regression Trees (CART) &#13;
dan metode ensemble CART yaitu Bagging, dan Random Forest yang termasuk &#13;
metode nonparametrik. Hasil penelitian pada data simulasi dan data Sakemas &#13;
Provinsi Papua dan DKI Jakarta menunjukkan bahwa Metode ensemble Random &#13;
&#13;
. Forest dapat meningkatkan ketepatan klasifikasi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Yogo Aryo Jatmiko</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perbandingan Kinerja CART Konvensional, Bagging,  </topic>
 </subject>
 <classification>519.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>519.5 Yog p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008198</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500 REF.14.111.2)</sublocation>
    <shelfLocator>519.5 Yog p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60702</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-02-28 14:52:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-29 08:33:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>