Detail Cantuman

Image of Pemisahan Disprosium dari Campuran Unsur Tanah Jarang dengan Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut dengan Ligan Asam Bis-2-Etilheksil Fosfat

Text  

Pemisahan Disprosium dari Campuran Unsur Tanah Jarang dengan Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut dengan Ligan Asam Bis-2-Etilheksil Fosfat


Disprosium adalah salah satu unsur logam tanah jarang yang banyak diaplikasikan
untuk teknologi saat ini dan logam ini pun dapat digunakan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008175540 Rid pPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 500REF.14.135.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    540 Rid p/R.14.135.1
    Penerbit FMIPA Pascasarjana UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 72 hlm. : ill.; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    540
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disprosium adalah salah satu unsur logam tanah jarang yang banyak diaplikasikan
    untuk teknologi saat ini dan logam ini pun dapat digunakan sebagai contrast agent.
    Ekstraksi pelarut adalah metode yang baik dan paling populer untuk pemisahan
    UTJ. Ligan asam di-2-etilheksil fosfat adalah ligan asam organofosfat yang telah
    banyak digunakan untuk pemisahan U'TJ karena memiliki efisiensi pemisahan yang
    baik. Tujuan penelitian ini adalah memisahkan Disprosium dari campuran unsur
    tanah jarang dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut dengan ligan D2EHP A
    dengan pelarut n-heksana. Pada penelitian ini pertama-tama dilakukan ekstraksi
    individu untuk logam Dy, Srn, Eu, Gd dan Tb untuk mengetahui parameter
    optimum untuk masing-masing logam, Lalu dilakukan ekstraksi Dy dari
    campurannya dengan Srn, Eu, Gd dan Tb, masing-masing. Kemudian didapatkan
    parameter optimum yang cocok untuk pemisahan Dy dari campurannya. Sebelum
    dan sesudah proses ekstraksi, fasa air dianalisis dengan ICP-OES sehingga
    diketahuilah kandungan logam pada sampel selama proses ektraksi. Dan dari data
    ini dapat ditentukan nilai koefisien distribusi (Kd), efisiensi ekstraksi (% E) dan
    faktor pemisahan (a) dari proses ektraksi tersebut. Proses ekstraksi dilakukan pada
    pH 3 dan hasil terbaik pada perbandingan logam dan ligan 1:3 terhadap mollogam
    samarium, europium, gadolinium dan terbium. Setelah proses ekstraksi
    didapatkanlah nilai efisiensi ekstraksi dan faktor pemisahan Dy (any) untuk masing­
    masing campuran adalah sebagai berikut Dy-Eu 99,40% & 31,74; Dy-Sm 99,90%
    & 168,56; Dy-Gd 99,81% & 82,68 dan Dy-Tb 99,78% & 85,41; sehingga dapat
    disimpulkan bahwa Dy dapat dipisahkan dari campurannya dengan Srn, Eu, Gd dan
    Tb dengan metode ekstraksi dengan ligan D2EHP A.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi