Detail Cantuman

Image of FENOLIK DARI KULIT BATANG Erythrina poeppigiana (Leguminosae) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Streptococcus mutans

Text  

FENOLIK DARI KULIT BATANG Erythrina poeppigiana (Leguminosae) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Streptococcus mutans


Fenolik merupakan salah satu kelompok senyawa metabolit sekunder terbesar
yang ditemukan di turnbuhan. Struktur senyawa fenolik terdiri atas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008176547 Nay fPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 500 REF.14.167.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    547 Nay f/R.14.167.1
    Penerbit Fakultas MIPA UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 89 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    547
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fenolik merupakan salah satu kelompok senyawa metabolit sekunder terbesar
    yang ditemukan di turnbuhan. Struktur senyawa fenolik terdiri atas cincin
    aromatik yang mengandung minimal satu buah gugus hidroksiI. Fenolik dapat
    dikelompokkan ke dalam tiga belas kelompok berdasarkan susunan atom
    karbonnya sehingga senyawa fenolik memiliki struktur yang beragam. KeIompok
    senyawa ini banyak ditemukan pada keluarga botani Leguminosae. Erythrina
    adalah salah satu genus keluarga Leguminosae yang tersebar luas di daerah tropis
    dan subtropis, secara etnobotani dikenal sebagai obat sakit gigi. Eribraedin A,
    salah satu fenolik dalam Erythrina subumbrans, bersifat antibakteri terhadap
    bakteri Streptococcus mutans (MIC 0,78 ug/ml.). Penelitian mengenai aktivitas
    antibakteri fenolik dalarn E. poeppigiana terhadap S. mutans belum pemah
    dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan struktur kimia senyawa
    fenolik yang diisolasi dari kulit batang E. poeppigiana dan menentukan aktivitas
    antibakterinya terhadap S. mutans. Kulit batang E. poeppigiana dimaserasi
    menggunakan metanol sampai diperoleh ekstrak pekat metanoI. Ekstrak metanol
    difraksionasi antara pelarut n-heksana dan air (1: 1). Fraksi air difraksionasi
    kembali dengan etil asetat (1: 1), diperoleh ekstrak pekat etil asetat. Ekstrak etil
    asetat dipisahkan dan dimumikan dengan berbagai metode kromatografi
    (kromatografi cair vakum, kromatografi kolom gravitasi, dan MPLC) sehingga
    diperoleh dua senyawa (1 dan 2). Senyawa (1 dan 2) dikarakterisasi dengan
    berbagai metode spektroskopi (UV, IR, MS, IH_NMR, 13C_NMR, dan 2D-NMR).
    Uji aktivitas antibakteri senyawa (1 dan 2) terhadap S. mutans menggunakan
    metode Kirby Bauer. Senyawa 1 diperoleh sebagai kristal kuning pucat dengan
    struktur 5,4'-dihidroksi-2",2"-dimetilpiran[5",6":6,7]isoflavon (alpinum
    isoflavon). Senyawa 2 diperoleh sebagai padatan coklat dengan struktur 4-
    hidroksibenzaldehida. Senyawa (1 dan 2) tidak menunjukkan aktivitas
    penghambatan terhadap bakteri S. mutans.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi