Detail Cantuman

Image of PEMASARAN POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPRD TAHUN 2014 (Studi Pada PPP dan PDIP di Kabupaten Tasikmalaya)

Text  

PEMASARAN POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPRD TAHUN 2014 (Studi Pada PPP dan PDIP di Kabupaten Tasikmalaya)


Penelitian ini berjudul Pemasaran Politik pada Pemilihan umum Anggota DPRD Tahun 2014
(Studi pada PPP dan PDIP Kabupaten Tasikmalaya). PPP ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008180320.598 244 5 Api pPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300 REF.17.80.7)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320.598 244 5 Api p/R.17.80.7
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 180 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320.598 244 5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul Pemasaran Politik pada Pemilihan umum Anggota DPRD Tahun 2014
    (Studi pada PPP dan PDIP Kabupaten Tasikmalaya). PPP dan PDIP merupakan partai
    penguasa untuk periode 2011-2016. Sejak Pemilu 1999 sampai 2009, PPP selalu memperoleh
    suara dan knrsi terbanyak (14 kursi). Pada Pemilu 2014, PPP mengalami penurunan perolehan
    kursi secara signifikan dari 14 ( empat belas) kursi menj adi 9 (sembilan) kursi, sedangkan PD IP
    mengalami kenaikan dari 7 (tujuh) kursi menjadi 8 (delapan) kursi. Pemasaran politik
    merupakan hal lazim digunakan oleh partai politik dalam penyelenggaraan Pemilu dengan .
    sistem multi partai.

    Teori pemasaran politik yaitu strategi pemasaran menurut Shea-Burton dan
    orientasi/pendekatan pemasaran politik menurut Lees-Marshment. Strategi pemasaran politik
    terdiri dari 3 (tiga) cara yaitu: 1) pemasaran melalui media massa (pull marketing). 2)
    pemasaran secara langsung kepada masyarakat (push marketing). 3) pemasaran melalui pihak
    perantara berpengaruh (pass marketing). Orientasi pemasaran politik dibagi menjadi 3 (tiga)
    yaitu: I) partai beorientasi produk (product oriented party). 2) partai berorientasi penjualan
    (sales oriented party). 3) partai berorientasi pasar (market oriented party). Metode penelitian
    yang digunakan adalah kualitatif me1alui pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan studi
    dokumen dan wawancara mendalam dengan pengurus inti partai.

    Hasil penelitian: 1) Secara resmi PPP melalui (Lajnah Pemenangan Pemilu (LPP) dan PDIP
    melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) tidak memilih dan menetapkan strategi dan
    orientasi pemasaran politik yang tepat, terukur dan konsisten. 2) Ikhtiar untuk memenangkan
    suara dan knrsi yang dilakukan oleh PPP dan PDIP lebih mendekati strategi pemasaran politik
    secara langsung pada pemilih (push marketing) dan pemasaran melalui pihak perantara yang
    berpengaruh (pass marketing). 3) Orientasi pemasaran politik yang digunakan lebih mendekati
    sebagai partai yang berorientasi produk untuk PPP, yang melakukan pemasaran tanpa melalui
    riset terlebih dahulu dan percaya diri dengan produk politik yang dimi1ikinya. Sedangkan PDIP
    rnendekati pemasaran berorientasi pasar. Penelitian ini menyarankan: 1) PPP dan PDIP sama­
    sama meningkatkan kapasitas diri kader dan organisasi khususnya tentang pemasaran politik.
    2) Meningkatkan kualitas produk politik dengan pelembagaan partai.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi