Detail Cantuman

Image of Resistensi dan negosiasi terhadap politik seksualitas nazi dalam novel der vorleser karya berhadr schlink

Text  

Resistensi dan negosiasi terhadap politik seksualitas nazi dalam novel der vorleser karya berhadr schlink


Tesis ini mengkaji isu seksualitas yang terkait dengan kondisi politik Nazi dalam
dalam novel Der Vorleser. Bentuk politik seksualitas Nazi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007420833 cher r/R.18.242Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    833 cher r/R.18.242
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 105 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    833 cher r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini mengkaji isu seksualitas yang terkait dengan kondisi politik Nazi dalam
    dalam novel Der Vorleser. Bentuk politik seksualitas Nazi di dalam narasi
    mencakup pelarangan seks pada remaja, sakralisasi aktivitas seksual melalui
    glorifikasi lembaga pemikahan, pembentukan keluarga ideal, pengukuhan peran
    gender yang konservatif, dan represi seksualitas, salah satunya dengan
    pembungkaman wacana seksualitas di ruang publik. Saya menganalisis teks ini
    menggunakan teori strategi naratif yang dikemukakan oleh Bal dan teori analepsis
    yang dikemukakan Genette. Saya juga menggunakan konsep bio power dan
    panopticon yang dikemukakan F oucault, serta hasil penelitian Herzog mengenai
    wacana serupa. Saya menganalisis bentuk-bentuk politik seksual Nazi dengan
    berfokus pada resistensi dan negosiasi karakter ketika menghadapi politik seksual
    tersebut. Resistensi yang dilakukan yakni dengan mengambil oposisi terhadap
    pandangan gender yang konservatif, aktivitas seksual yang bersifat prokreatif,
    sakralisasi hubungan seksual dalam lembaga pemikahan, dan pengawasan publik
    terhadap relasi sosial. Bentuk negosiasi yang dilakukan di antaranya

    penyangkalan terhadap hubungan romantis, pengangungan lembaga pemikahan,
    penegasan peran gender tradisional, dan aktivitas seksual konvensional.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi