<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60456">
 <titleInfo>
  <title>Hybrid Analysis Menggunakan Metode Fuzzified Particle Swarm Optimization dan K-Harmonic Means Clustering (Pembentukan Sister Village Daerah Sulit di Provinsi Papua dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Stefanie Intan Christienova</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>FMIPA Pascasarjana UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 120 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kondisi geografis dan sosial-politik suatu daerah di Indonesia dapat &#13;
menjadi kendala dalam pelaksanaan sensus/survei sehingga mengakibatkan &#13;
keterlambatan pelaporan hasil kegiatan pendataan, permintaan penggantian &#13;
sampel, dan non respon untuk daerah-daerah yang sulit diakses. Permintaan &#13;
penggantian sampel seringkali terjadi pada pelaksanaan survei dengan pendekatan &#13;
rumah tangga dan sebagian besar berasal dari Provinsi Papua. Oleh sebab itu, pada &#13;
tahap pengambilan sampel, BPS telah menentukan daerah yang dianggap sulit dan &#13;
dikeluarkan dari sampling frame. Penentuan daerah sulit dilakukan berdasarkan &#13;
ketersediaan sarana transportasi, biaya transportasi, dan lama waktu yang &#13;
diperlukanjika perjalanan ditempuh denganjalan kaki. Namun, tidak tercakupnya &#13;
suatu daerah karena dikatakan sulit bisa menyebabkan tidak terwakilinya &#13;
karakteristik daerah tersebut. Adanya daerah lain yang memiliki kemiripan &#13;
karakteristik (sister village) dan dapat menggantikan daerah sulit dalam sampel &#13;
menjadi sesuatu yang penting. Pembentukan sister village sendiri terinspirasi dari &#13;
konsep pembentukan sister city. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri &#13;
Nomor: 1931l652IPUODI1993 tertanggal 26 April 1993, pembentukan sister city &#13;
harus didasarkan pada beberapa kriteria, seperti adanya kesamaan kedudukan atas &#13;
status administrasi, kesamaan besaran dan fungsi, kesamaan karakteristik, dan &#13;
kesamaan permasalahan. Analisis Cluster digunakan untuk melakukan &#13;
pengelompokan daerah bukan sulit agar berada pada cluster yang sama dengan &#13;
daerah sulit yang memiliki kesamaan karakteristik (sister village). K-Means (KM) &#13;
merupakan metode clustering non hirarki yang seringkali digunakan karena &#13;
kesederhanaannya dan kemudahannya untuk diimplementasikan. Akan tetapi, &#13;
KM memiliki kelemahan pada proses penentuan titik awal pusat cluster yang &#13;
dilakukan secara acak. K-Harmonic Means (KHM) adalah algoritma clustering &#13;
yang dapat memecahkan masalah inisialisasi pada algoritma KM, namun KHM &#13;
masih belum dapat mengatasi masalah lokal optima. Particle Swarm Optimization &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Stefanie Intan Christienova</note>
 <subject authority="">
  <topic>Sister Village   2. Analisis Cluster   3. Particle</topic>
 </subject>
 <classification>519.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>519.5 Ste h/REF.14.99.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008165</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500 REF.14.99.2)</sublocation>
    <shelfLocator>519.5 Ste h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60456</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-02-22 13:30:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-26 09:07:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>