Text
PENAKSIRAN MODEL GSTARI DENGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION DAN PENERAPANNYA PADA PERAMALAN HARGA BERAS EMPAT KABUPATEN DI JAWA BARAT
Model Generalized Space Time Autoregressive (GST AR) adalah kasus
khusus dari model time series multivariate Vector Autoregressive CV AR) ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008168 519.5 Rin p Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500 REF.14.81.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 519.5 Rin pPenerbit FMIPA Pascasarjana UNPAD : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xiii, 90 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 519.5Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Rini Luciani Rahayu -
Model Generalized Space Time Autoregressive (GST AR) adalah kasus
khusus dari model time series multivariate Vector Autoregressive CV AR) yang
memiliki kaitan pengamatan lokasi dan waktu secara simultan dan dicirikan
dengan adanya matriks bobot lokasi serta asumsi parameter yang berbeda untuk
setiap lokasi, sehingga model GST AR berlaku untuk karakteristik lokasi yang
bersifat heterogen. Model Generalized Space Time Autoregressive Integrated
(GSTARI) merupakan pengembangan model GST AR untuk data yang tidak
stasioner dalam rata-rata. Perkembangan harga beras selama beberapa tahun
mengikuti pola deret waktu dan memiliki keterkaitan lokasi. Harga beras di setiap
lokasi berbeda-beda dikarenakan memiliki perbedaan permintaan dan ketersediaan
stok. Penelitian ini diterapkan pada harga beras di Cianjur, Bandung, Garut dan
Tasikmalaya. Data harga beras di empat kabupaten tersebut menunjukkan pola
yang tidak stasioner. Oleh karena itu, model yang dapat digunakan untuk data
tersebut adalah model GST ARI. Bobot yang digunakan adalah bobot invers jarak.
Residual model GST ARI diasumsikan berdistribusi normal, sehingga metode
penaksiran yang dapat digunakan adalah metode Maximum Likelihood Estimation
(MLE). Pada Penelitian ini dikaji secara teoritis metode MLE dalam menaksir
parameter model GST ARI yang diterapkan untuk meramalkan harga beras empat
kabupaten di Jawa Barat. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model GSTARl
(1,1,1) dengan metode MLE dapat digunakan sebagai altematif model peramalan
harga beras empat kabupaten di ] awa Barat, karena penerapan model untuk
peramalan memberikan MAPE sebesar 2,38% dan hasilnya dapat digunakan
untuk jangka pendek enam bulan ke depan. Hasil ini diharapkan dapat dijadikan
rekomendasi bagi pemerintah untuk mengatur stabilitas harga beras di
penggilingan maupun di pasar.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






