Detail Cantuman

Image of Indikator Makroekonomi dan Kinerja Reksadana Saham Syariah dan Konvensional di Indonesia

Text  

Indikator Makroekonomi dan Kinerja Reksadana Saham Syariah dan Konvensional di Indonesia


Selama ini reksadana dianggap sebagai investasi yang memiliki resiko lebih
rendah dibandingkan investasi di pasar saham karena sifatnya yg ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008170658.15 Nov i/R.12.224.1Perpustakaan Pusat (REF.12.224.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    658.15 Nov i/R.12.224.1
    Penerbit Fakaultas Ekonomi Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 93 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    658.15
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Selama ini reksadana dianggap sebagai investasi yang memiliki resiko lebih
    rendah dibandingkan investasi di pasar saham karena sifatnya yg diversifikasi,
    namun hal ini perlu dibuktikan apabila keadaan ekonomi makro mengalami
    volatilitas dan manakah kinerja reksadana yang lebih baik antara reksadana saham
    konvensional dan reksadana syariah pada kondisi tersebut. Perbedaan utama antara

    ,..

    reksadana syariah dengan konvensional terletak pada proses pemilihan as et yang
    membentuk portofolionya. Reksa dana konvensional menggunakan pertimbangan
    tingkat keuntungan dan risiko dalam mengatur portofolio investasi.

    Perkembangan reksadana sebagaimana instrument investasi pada umumnya
    dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro. Nilai tukar rupiah, suku bunga, Int1asi dan
    Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan variabel dari ekonomi makro, variabel
    tersebut berpengaruh terhadap investasi reksadana.

    Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel makro
    ekonomi, yaitu nilai tukar rupiah, suku bunga, int1asi dan produk domestic bruto
    (PDB) terhadap kinerja reksadana syariah dan konvensional pada periode 2013-
    2016

    Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Jenis data
    yang digunakan adalah data kuantitatif dan teknik pengambilan sampel adalah
    purposive sampling dengan kriteria berikut: (1). Perusahaan yang aktif dan
    terdaftardi BAPEPAM dari tahun 2013 sampai dengan 2016; (2). Perusahaanyang
    memiliki Reksadana dengan kategori jenis saham; (3). Perusahaan yang memiliki
    reksadana syariah dan reksadana konvensional serta tahun yang diperdagangkan
    sama sehingga jumlah reksadana yang diteliti sebanyak 48 reksadana. Kinerja
    Reksadana dihitung menggunakan metode sharpe . Data yang digunakan dalam
    penelitian merupakan data sekunder berupa NAB per unit reksadana, Sertipikat
    Bank Indonesia (SBI) sebagai proksi risk free rate (R!).

    Dari hasil pengukuran kinerja Sharpe didapat hasil bahwa rata-rata kinerja
    reksadana saham konvensionallebih baik daripada rata-rata kinerja saham syariah.
    Hal terse but memberikan arti bahwa delapan produk reksadana saham konvensional
    mampu memberikan excess return yang lebih baik untuk setiap unit total risk
    dibandingkan dengan reksadana saham syariah.

    Simpulan: Investor yang ingin menanamkan atau menginvestasikan dananya di
    pasar modal, sebaiknya mengamati terlebih dahulu niIai tukar, suku bunga, int1asi
    dan PDB karena berdasarkan hasil penelitian ini keempat variabel tersebut
    berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksdana.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi