Detail Cantuman

Image of REGRESI KUANTIL P-SPLINES DENGAN PROSEDUR STEPWISE PADA VARYING COEFFICIENT MODELS UNTUK PEMODELAN HASIL PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Text  

REGRESI KUANTIL P-SPLINES DENGAN PROSEDUR STEPWISE PADA VARYING COEFFICIENT MODELS UNTUK PEMODELAN HASIL PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Kelapa sawit adalah salah satu komoditas ekspor utama di Indonesia. Kelapa sawit
dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008158519.598 32 Fad rPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 500 REF.14.132.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.598 32 Fad r/R.132.1
    Penerbit FMIPA Pascasarjana UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 51 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.598 32
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kelapa sawit adalah salah satu komoditas ekspor utama di Indonesia. Kelapa sawit
    dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim tropis. Terdapat beberapa
    faktor yang mempengaruhi pertumbuhan produksi kelapa sawit, diantaranya curah
    hujan, suhu dan kelembaban udara. Pohon sawit membutuhkan curah hujan yang
    stabil di sepanjang tahunnya yaitu 2000-2500 mm/tahun. Suhu udara juga memiliki
    efek terhadap metabolisme sel pada organ tumbuhan yang akan mempengaruhi
    pertumbuhan dan produksi pohon sawit. Kelapa sawit tumbuh dengan baik pad a
    daerah yang memiliki suhu rata-rata tahunan sekitar 24-28oC (Ferwerda, 1977).
    Disamping itu, kelembaban udara mempengaruhi hasil produksi kelapa sawit karena
    kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan
    hama penyakit. Dalam penelitian ini, ingin diketahui pola/pattern yang menunjukkan
    pengaruh dari curah hujan, suhu dan kelembaban udara terhadap hasil produksi Cl'O
    di Kalimantan Barat secara longitudinal dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2015
    melalui sebuah model regresi dalam beberapa klasifikasi. Oleh karena adanya
    kesulitan dalam membuat spesifikasi model, maka digunakan regresi kuantil dengan
    pendekatan P-spline menggunakan prosedur stepwise dalam VCM yang
    diperkenalkan oleh Andriyana et al. (2016).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi