<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="60373">
 <titleInfo>
  <title>Perencanaan konservasi sistematis dalam menentukan arahan zona konservasi kawasan Gepoark Ciletuh-Pelabuhanratu</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lulu Sutrisno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii, 118 hlm. ; ill. ; 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Ciletuh memiliki keanekaragaman hayati selain keragaman &#13;
geologi dan budayanya Potensi sumber daya di Kawasan Ciletuh perlu mendapat &#13;
perhatian dalam hal pemanfaatan sumber daya alam sehingga dapat lestari dan &#13;
mencegah kemsakan lingkungan yang dapat terjadi. Pentingnya perlindungan &#13;
keanekaragaman hayati sebagai aset pendukung dalam pengembangan geopatk &#13;
kedepannya memerlukan arahan zona perlindungan dan pengelolaan &#13;
keanekaragaman hayati untuk menjaga keberlanjutannya. Pendekatan perencanaan &#13;
konservasi sistematis dapat dilakukan untuk membantu mengidentifikasi daerah &#13;
potensial perlindungan keanekaragaman hayati dan fitur penting lainnya. &#13;
&#13;
Id entifikasi daerah prioritas perlindungan berdasarkan skenario yang &#13;
ditentukan diperoleh daerah seluas 14.156,47Ha (46,49%), 15026,39 Ha (49,35%) &#13;
dan 15.236,63 Ha (50,04%) sebagai area prioritas perlindungan dalam skenario A, &#13;
B dan C. Identifikasi daerah prioritas yang perlu mendapat perhatian sebagian &#13;
besar berada di wilayah Desa Cibenda dan Mandrajaya serta tutupan lahan hutan, &#13;
kebun dan semak belukar. Adanya kondisi vegetasi dan biofisik (lereng, jenis &#13;
tanah, curah hujan) mempakan faktor penting dalam melindungi keanekaragaman &#13;
hayati. &#13;
&#13;
Arahan perlindungan keanekaragaman hayati yang perlu dilakukan &#13;
meliputi saran kebijakan mengenai pengaturan mang, peran aktif dari masyarakat, &#13;
pemerintah serta stakeholder dan mekanisme insentif-disinsentif Pengaturan &#13;
ruang dalam pemanfaatan sumber daya alam diperlukan untuk mencegah &#13;
terjadinya alih fungsi lahan secara massif dan konflik penggunaan lahan. Peran &#13;
aktif dari rnasyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya sangat diperlukan &#13;
dalam rangka pengelolaan kawasan kedepannya. Adapun mekanisme insentif­ &#13;
disinsentif diharapkan dapat menjadi arahan yang efektif dilakukan temtama &#13;
untuk daerah prioritas perlindungan terpilih pada lahan yang berstatus hak milik. &#13;
Program/kegiatan yang dilakukan juga dapat mendukung upaya perlindungan &#13;
keanekaragaman hayati yang ada di Kawasan Ciletuh diantaranya kajian lebih &#13;
lanjut dan monitoring keanekaragaman hayati, pemmusan kebijakan pengelolaan &#13;
kawasan khususnya mengenai perlindungan keanekaragaman hayati melalui FGD &#13;
antara masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya, edukasi atau inforrnasi &#13;
kepada masyarakat yang ada di Kawasan Ciletuh tentang pentingnya &#13;
keanekaragaman hayati serta manfaatnya, serta Peningkatan kapasitas masyarakat &#13;
melalui pelatihan atau program pemberdayaan lainnya yang dapat mendorong &#13;
perekonomian masyarakat dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Kawasan &#13;
Ciletuh.</note>
 <note type="statement of responsibility">Lulu Sutrisno</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ekologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Geopark, perlindungan, keanekaragaman hayati, arah</topic>
 </subject>
 <classification>577</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>577 Lul p/R.25.240.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008141</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.25.240.1)</sublocation>
    <shelfLocator>577 Lul p/R.25.240.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>60373</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-02-21 13:36:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-13 11:06:31</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>