
Text
Formulasi Sabun Mandi Cair Antiseptik Madu Putih dan Efektivitasnya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten (PaMR)
Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten (PaMR) merupakan bakteri penyebab utama infeksi nosokomial. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021091000116 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2368Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2009 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2368Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten (PaMR) merupakan bakteri penyebab utama infeksi nosokomial. Pencegahan terjadinya penularan MRSA dan PaMR dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh melalui penggunaan sabun mandi antiseptik yang peka terhadap bakteri ini. Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun mandi cair antiseptik dari madu putih dengan berbagai konsentrasi dan uji efektivitasnya terhadap bakteri MRSA dan PaMR. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula sabun mandi cair antiseptik madu putih yang dapat berguna untuk membunuh bakteri MRSA dan PaMR. Penelitian ini berdasarkan penelitian laboratorium terhadap madu putih yaitu sebagai antiseptik yang berasal dari bahan alam. Pemeriksaan secara organoleptis, pH, viskositas, konsistensi, efektivitas antibakteri selama 56 hari penyimpanan, kemudian dari hasil formula yang paling baik dilakukan uji hedonik. Hasil uji aktivitas sediaan sabun mandi cair menunjukkan bahwa ketiga formulasi memiliki aktivitas tehadap bakteri MRSA dan PaMR. Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum sediaan sabun mandi cair antiseptik adalah 12,5% b/v. Sediaan sabun mandi cair antiseptik dengan konsentrasi 12,5% mempunyai nilai koefisien fenol 0,4167 terhadap bakteri MRSA dan 0,9 terhadap bakteri PaMR. Hasil uji banding menunjukkan bahwa aktivitas formula terbaik (F2) 0,859:1 terhadap MRSA dan 0,7167:1 terhadap PaMR dibandingkan dengan sabun mandi cair dipasaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formula sabun mandi cair yang paling baik berdasarkan stabilitas dan nilai KHTM terendah adalah sabun mandi cair antiseptik madu putih dengan konsentrasi 12,5% b/v (F2).
Kata Kunci : Sabun Mandi Cair Antiseptik, Madu Putih, Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA), Pseudomonas aeruginosa Multiresisten (PaMR). -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






